3 Peran Didikan Orangtua yang Hantarkan Anak Pada Kesuksesan

3 Peran Didikan Orangtua yang Hantarkan Anak Pada Kesuksesan

KB TKIT HARAPAN BUNDA – Anak yang sukses dalam hidupnya tidak terlepas dari pola didikan yang diterimanya dalam keluarga. Pendidikan menjadi salah satu faktor penting dalam menghantarkan anak kepada masa depan yang gemilang. Dalam hal ini, pendidikan tidak hanya berbicara soal proses belajar mengajar yang dilakukan secara formal di sekolah, tetapi juga pendidikan karakter dan emosional yang didapatkan dari orangtua di rumah.

Faktanya, orangtua memiliki peran sekitar 60% dalam mendidik anak di rumah dan lingkungan sosialnya. Peran ini seharusnya sudah dilakukan orangtua sejak anak berusia belia atau saat anak belum memasuki dunia sekolah. Orangtua yang melakukan tiga hal ini pastinya berkontribusi dalam menghantarkan anak kepada kesuksesan hidup.

1. Mendidik anak tentang berpikir kreatif dan logis

Berpikir kreatif dan logis adalah pengajaran awal yang tepat diberikan kepada anak. Misalnya saja saat mengajak anak berlibur atau bermain, orangtua hanya tinggal memberikan dua pilihan tempat untuk membantu anak berpikir dan menentukan pilihan mereka. Itu sudah termasuk membantu anak berpikir secara logis.

Pilihan tempat bermain membantu anak untuk berpikir menemukan alasan memilih tempat bermain. Dari hal-hal sederhana inilah orangtua mulai mempersiapkan anak memasuki jenjang sekolah formal.

2. Mendidik anak dalam kerohanian

Menerapkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari berguna untuk memperkuat keimanan anak kepada Tuhan. Ajarkan anak tentang nilai-nilai baik yang diinginkan Tuhan dalam hidupnya. Dalam hal ini, anak tidak hanya melakukan tradisi keagamaan semata, tetapi juga terbeban untuk menerapkan nilai kebenaran dalam hidupnya. Misalnya, menerapkan nilai kasih, belas kasihan dan saling menolong kepada orang lain.

3. Mendidik anak dalam karakter

Banyak orangtua yang bertengkar di depan anak dan memperlihatkan karakter yang tidak baik di depan anak tanpa menyadari bahwa karakter buruk tersebut bisa menjadi boomerang bagi anak. Orangtua tidak menyadari bahwa apa yang mereka perlihatkan kepada anak akan otomatis mempengaruhi karakter anak. Bisa jadi dalam masa pertumbuhannya, anak menjadi sosok yang sulit mengendalikan emosi mereka.

Selain pengaruh karakter orangtua, anak juga perlu mendapat pengawasan ekstra dalam lingkungan pergaulannya. Lingkungan atau pertemanan yang tidak baik bisa mempengaruhi anak berperilaku buruk.

Tiga peran ini patut diterapkan orangtua kepada ank-anak sebab hal ini akan mempengaruhi pembentukan karakter anak di masa mendatang. Ketika pola didikan ini sudah diterima anak sejak di usia dini, yakinlah bahwa anak tersebut akan tumbuh menjadi sosok yang bijaksana, pintar dan sukses dalam kehidupannya.




[sumber]
Share on Google Plus

About Global Web

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar