Tips Mendidik Anak Perbaiki Kesalahan yang Dilakukan

Tips Mendidik Anak Perbaiki Kesalahan yang Dilakukan

KB TKIT HARAPAN BUNDA – Mendidik anak adalah suatu kegiatan yang mudah-mudah rumit. Akan menjadi mudah kalau kita bawa kemedan yang mudah, namun sebaliknya dia akan lebih menjadi rumit kalau dijadikan rumit. Jangan pernah menyandingkan emosional dalam mendidik anak.

Kalau seadainya hal ini terjadi maka akan melahirkan kekerasan terhadap anak yang akhir-akhir ini marak dalam masyarakat kita. Mendidik anak harus lah dengan ihklas dan sabar.

Berikut adalah kiat-kiat atau tips mendidik anak dengan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan dalam masyarakat kita selama ini: 

Pertama, jangan  pernah mengatakan tidak boleh kepada anak. Misalkan anak mau main-main di tanah atau main coret-coretan dan sebagainya. Lantas sang ibu/ayah melarang dan mengatakan “ Tidak boleh”. Dengan mengatakan tidak boleh disaat anak meminta akan sangat berpengaruh terhadap pola pengembangan kongnitif anak.

Anak yang sering dipatahkan oleh orangtua permintaannya tanpa memberikan penjelasan dan alasan yang mendukung, akan menjadi seorang anak yang tidak percaya terhadap dirinya sendiri dan relatif lebih penakut. Bahkan hal ini juga bisa menjadikan anak sebagai seorang yang pemberontak kepada orangtua.

Kedua, disaat anak terjatuh atau terbentur waktu berjalan atau berlari. Orangtua jangan pernah sekali-sekali  menyalahkan benda tersebut yang membuat anak terjatuh. Misalnya dengan memukul benda tersebut. “Sakit nak? Kamu jahat ya membuat anak saya sampai jatuh”. Orangtua sambil memukul-mukul dan menyalahkan benda yang membuat anak terjatuh di hadapan anak langsung.

Kebiasaan yang seperti Ini adalah salah satu kebiasaan para orangtua dalam mendidik anak yang berdampak besar terhadap perkembangan kongnitif anak. Secara tidak sadar pelajaran ini adalah pelajaran yang menyesaatkan yang kita ajarkan kepada anak secara langsung.

Karena pada saat itu anak akan merekam langsung apa yang dilihatnya. Hal ini secara tidak langsung akan menjadikan anak menjadi orang yang cengeng. Karena dia merasa dia tidak pernah salah. Kalaupun seandainya dia terjatuh menabrak sesuatu benda misalnya yang salah dalam pemikiran anak bukanlah anak tersebut, akan tetapi yang bersalah adalah benda yang menyebabkan anak itu sendiri terjatuh.

Hal inilah yang menanamkan dalam diri anak bahwasanya dia akan selalu benar mengenai apapun yang dilakukannya.

Ketiga, disaat anak melakukan keasalahan orangtua jangan pernah menyalahkan anak. Apalagi menyalahkan anak secara berlebihan. Menyalahkan anak secara berlabihan di sini maksudnya misalkan dengan mengatakan kepada anak “gara-gara kamu jatuhkan…. ini mahal lho nak harganya.”

Dengan menyalahkan anak baik secara sederana atau secara berlebihan akan membawa anak kepada anak yang selalu takut. Anak yang perkembangan koknitifnya menjadi terhambat, karena di dalam hati dia berpikir nantik salah lagi. Nanti kena marah lagi sama ibu dan bapak. Apapun hal yang dilakukannya dia akan selalu diantui rasa takut akan salah.

Didiklah anak dengan memberikan contoh-contoh yang mendidik. Didiklah anak dengan tidak mengatakan tidak boleh tetapi berilah ia penjelasan, pemaparan dan alasan kenapa dia tidak boleh melakukan hal tersebut.

Apa dampak dan akhibat yang akan ditimbulkan apa bila hal tersebut dilakukan. Dengan demikian anak akan mengerti serta menerima kenapa ia dilarang melakukah hal itu. Sebab dia telah mengetahui akhibat dari perbuatannya kalau seandainya hal itu dia lakukan.

Anak juga lebih bisa menerima alasan orangtua melarangnya yang nantik akan berdampak kepada tambah sayangnya anak kepada orangtua karena dari sana dia bisa tahu orangtuanya melarang karena orangtua tersebut sayang kepadanya, karena dia menjadi lebih tahu betapa sayangnya orangtua kepada anaknya. Hal yang dilarang orangtuanya adalah  hal yang dapat  merugikan dirinya.

Didiklah anak dengan tidak pernah mengatakan tidak boleh nak. “Tidak  boleh nak main hujan nantik anak ibu/bapak sakit”. Disaat masih dalam koridor wajar dan tidak berlebih-labihan silakan saja anak melakukan hal yang di inginkannya. Dengan melakukan hal tersebut anak dapat berkreasi dan menjadi dirinya sendiri. Anak akan lebih percaya diri.

Anak akan lebih sensitif terhadap hal-hal yang terjadi. Anak akan bisa lebih berkembang dan mengembangkan dirinya. Disaat orang tua melarang anak dengan memberikan halasan kenapa dia dilarang. Di saat ini pulalah maka anak akan lebih sensitif dalam bertanya kepada orang tuanya.

Satu pertayaan anak di jawab dan dijelaskan kepada anak. Maka Pada waktu itu akan timbul seribu pertanyaan yang ada di dalam benak-benak anak. Ditanyakan kepada ibu/bapak maka di sinilah peran penting orang tua yang sangat sensitif. Orangtua jangan sekali-sekali bosan dan tidak menjawab pertanyaan dari anak. Orangtua jangan sekali-sekali mematahkan pertayaan dari anak.

Janganlah pernah bosan menjawab dan memberikan penjelasan karena satu pertayaan anak di jawab maka anak akan bertanya lebih banya lagi.




[sumber]
Share on Google Plus

About Global Web

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar