Ingin Mengembangkan Potensi Anak? Perhatikan Batasannya

Ingin Mengembangkan Potensi Anak? Perhatikan Batasannya

KB TKIT HARAPAN BUNDA – Bakat anak sudah mulai terlihat sejak kecil, tentu menjadi hal yang membanggakan ya, Bun. Tapi, apakah sebenarnya perlu dipoles lagi agar lebih maksimal?

Nggak ada salahnya mendukung bakat anak agar lebih optimal dengan memberikan les tambahan. Namun, harus ada batasan agar si kecil nggak trauma atau bosan karena terlalu keras menjalani latihan ya.

Orangtua dalam hal ini, sebaiknya bersifat sebagai support system. Jangan pernah menjadi sosok yang terkesan mengatur dan memaksakan kehendak anak. Cukup mendampingi dan memfasilitasi bakat mereka ya, Bun.

"Ini yang harus 'diwaspadai' sebagai orangtua bahwa tugas kita memfasilitasi bukan memaksa. Komunikasi dengan anak tetaplah nomor satu," tutur Psikolog Intan Erlita dalam obrolannya dengan HaiBunda.

Memang ya Bun, kadang-kadang sebagai orang tua kita kebablasan dalam mengatur anak. Hal itu justru berefek negatif, karena bisa membuat mereka tertekan. Tanpa disadari, anak-anak akan melakukan kegiatan tersebut hanya sebatas mengugurkan kewajiban, tanpa ada rasa senang di dalamnya.

"Intinya jangan ada unsur memaksa. Selama anak enjoy dan menikmati, kita bisa teruskan. Namun kalau anak sudah seperti "tertekan" dan orangtua sering marah-marah bukan memotivasi, perlu dipikirkan kembali apakah ini anak yang mau berprestasi atau orangtua yang sudah berambisi anaknya harus berprestasi. Segala sesuatu yang berhubungan dengan ambisi yang berlebih biasanya berakhir kurang baik,"tegas Intan.

Bagaimana orangtua dapat mensupport anak sebaik mungkin dalam mengembangkan potensinya? Caroline Silby, psikolog yang berbasis di Bethesda, mengatakan bahwa prioritasnya ialah membesarkan anak yang sehat dan memberdayakan anak terlebih dahulu, seperti dikutip dari laman Washington Post.

Bagi sebagian besar keluarga, passion anak akan terlihat jelas sejak usia dini. Saat anak belum menyadari bakatnya, tugas orang tua untuk memeperkenalkan pada kegiatan yang dapat mendukung potensi tersebut. Biarkan anak-anak terlibat dengan kegiatan yang sesuai dengan passion mereka, untuk mencegah kejenuhan sekaligus memaksimalkan potensinya.

Psikolog Carol Baindridge mengatakan sebaiknya orangtua dapat membedakan antara mendukung anak dan memaksakan sesuatu pada anak. "Pada dasarnya, mengasuh itu akan berpusat pada anak. Sementara memaksakan sesuatu, akan berpusat pada orang dewasa. Ketika mengasuh, kita akan mengikuti minat anak, tetapi ketika kita mulai memaksakan sesuatu kita menginginkan anak itu melakukan apa yang kita inginkan," katanya.

Seiring berjalannya waktu, orangtua akan melihat potensi anak yang paling efektif seperti apa. Dari sanalah, orangtua dapat menjadikannya panduan untuk memaksimalkan potensi anak di bidang tertentu.




[sumber]
Share on Google Plus

About Global Web

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar