Memilih Makanan yang Sehat untuk Si Kecil

Memilih Makanan yang Sehat untuk Si Kecil

KB TKIT HARAPAN BUNDA – Sering kita mendengar bahwa makanan ringan / cemilan dapat merusak nafsu makan Si Kecil. Kenyataannya, cemilan sehat seharusnya menjadi bagian dari diet  Si Kecil. Sangat sulit bagi perut anak yang masih kecil, untuk menampung seluruh makanan yang dibutuhkan mereka dalam sekali waktu makan. Dan walaupun itu memungkinkan, akan sulit untuk membuat Si Kecil tetap duduk di meja makan, selama mereka menghabiskan santapan besarnya (lagipula, Si Kecil memang lebih tertarik untuk bermain daripada makan). Sebab itu, Mam dapat memberikan makanan ringan yang sehat untuk memenuhi kebutuhan gizi Si Kecil dan menjaga agar perut-Nya tetap terisi. Makanan ringan juga berfungsi untuk mengurangi rasa lapar, sehingga mengurangi rungsing (karena lapar) pada Si Kecil.

SEBERAPA SERING SI KECIL MAKAN MAKANAN RINGAN ?

Mam bisa mencoba Enam kali makan porsi kecil, sebagai ganti Tiga kali makan porsi besar. Selingi santapan utama dengan makanan ringan setiap dua-tiga jam. Cara ini akan menjaga Si Kecil dari kelaparan, dan membuat gula darahnya tetap stabil sepanjang hari.

Tetapkan jadwal.  Dimulai dengan sarapan, cemilan sehat di pertengahan pagi-siang, makan siang, cemilan sehat di sore hari, makan malam, dan terakhir cemilan sehat sebelum tidur.

Hindari makan secara terus-menerus, pastikan Mam memperhatikan jadwal makan Si Kecil. Membiarkan Si Kecil makan terus-menerus, dapat membuat si Kecil kelebihan makan dan kelebihan berat badan.

APA SAJA MAKANAN RINGAN YANG SEHAT UNTUK SI KECIL?

Setelah mengetahui kapan makanan ringan harus dihidangkan, Mam mungkin bertanya-tanya, apa saja makanan ringan yang sehat untuk Si Kecil. Idealnya, cemilan sehat mengandung  karbohidrat dan protein, buah, atau sayuran.

Tetapi bisa juga berupa asupan makanan yang terlewatkan oleh Si Kecil pada saat waktu makan utama. Contohnya, jika Si Kecil menyantap whole-grain Waffle pada saat sarapan, Si Kecil sudah mendapatkan karbohidrat berserat tinggi, maka Mam dapat memberika sepotong keju (untuk memenuhi kebutuhan protein) dan juga buah-buahan (untuk tambahan serat dan vitamin) sebagai cemilan. Jika Si Kecil makan malam dengan daging ayam beserta nasi merah(protein dan karbohidrat), maka Mam bisa menyajikan mixed berries dengan yogurt (sebagai tambahan vitamin, serat, dan produk susu) sebagai cemilan sebelum tidur.

TIPS MEMBERIKAN MAKANAN RINGAN

Berikan makanan ringan untuk alasan yang tepat. Jangan tawarkan cemilan ketika Si Kecil sedang bosan atau sedih, cobalah hal lain seperti mainan atau berikan oerhatian lebih. Dan walaupun kue kering nampak sangat cocok diberikan sebagai imbalan buat Si Kecil, lebih baik berikan tepuk tangan atau high-five sebagai gantinya.

Buat waktu makan makanan ringan yang aman. Jangan biarkan Si Kecil tiduran, merangkak, atau berlari kesana kemari ketika makan. Tunggulah sampai Si Kecil duduk dengan tenang di kursi, dan selalu pastikan bahwa makanan yang Mam berikan aman dari choking-hazard (benda yang dapat membuat tersedak).

Perlakukan waktu cemilan sama dengan waktu makan besar. Selalu hidangkan cemilan di atas meja makan. Tidak hanya lebih aman, hal ini juga dapat mengajarkan Si Kecil tentang table-manners dan juga tidak berantakan.

Jangan lupakan makanan ringan sebelum tidur. Gula darah Si Kecil dapat turun drastis ketika tidur malam yang panjang, yang berakibat Si Kecil akan terbangun sebelum waktunya. Makan makanan ringan sebelum tidur (tidur malam maupun tidur siang) dapat membantu Si Kecil lebih cepat terlelap dan tidur lebih nyenyak. Untuk cemilan sebelum tidur malam, cobalah kombinasi karbohidrat dan protein, seperti segelas susu dengan krakers, atau krakers dengan keju. Hindari cokelat, karena cokelat mengandung kafein yang justru membuat Si Kecil kesulitan tidur.

Tetapkan waktu yang sama setiap hari untuk mengemil, Jangan biarkan Si Kecil mengemil terus menerus. Mengemil terus menerus dapat mengakibatkan gigi berlubang, terlambat bicara, mengurangi waktu bermain Si Kecil, dan membuatnya tidak mengerti lapar.

Buat makanan ringan penuh warna. Ketika makanan alaminya berwarna mencolok (seperti raspberi merah, bukan makanan dengan perisa rasberi), itu merupakan tanda bahwa makanan tersebut bernutisi tinggi. Cobalah membuat makanan Si Kecil penuh dengan warna seperti pelangi. Warna merah pada tomat dan strawberi, warna orange wortel, biru blueberri, kuning mangga dan jagung, hijau kiwi dam brokoli. Dan pilihlah beras merah ketimbang beras putih.

Gunakan gula dan garam sedikit saja. Konsumsi gula dan garam berlebih dapat memicu masalah kesehatan ketika dewasa nanti, seperti tekanan darah tinggi, obesitas, penyakit jantung dan lainnya. Jagalah cemilan manis dan asin sesedikit mungkin.

IDE MAKANAN RINGAN YANG SEHAT


  • Kentang panggang dengan keju rendah lemak
  • Ikan Salmon kalengan dengan mayonnaise rendah lemak, sajikan dengan roti gandum.
  • Potongan apel dengan keju lembar atau selai kacang.
  • Keripik wortel dengan humus
  • Kue beras dengan keju
  • Kraker gandum dengan selai almond, ditambah 100-150ml sari buah murni.
  • Sereal gandum utuh kaya serat, dengan atau tanpa susu.
  • Mentimun dengan mayonnaise rendah lemak.
  • Potongan buah beku dengan segelas susu.
  • Smoothie buah (pisang, strawberi, mangga, etc) yang dibuat dengan yogurt rendah lemak dan susu.
  • Pisang yang dicelupkan pada yogurt, lalu baluri dengan sereal yang telah dihancurkan, lalu bekukan.
  • Ayam atau turkey dan keju.
  • Salad telur dan sayuran masak.
  • Sepotong keju dengan nanas atau pisang.
  • Segala macam buah-buahan dan segelas susu.








[sumber]
Share on Google Plus

About Global Web

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar