Tantangan Menjadi Orang Tua Jaman Now

Tantangan Menjadi Orang Tua Jaman Now

KB TKIT HARAPAN BUNDA – Banyak yang bilang, menjadi orang tua zaman sekarang atau 'jaman now' lebih sulit karena menghadapi lebih banyak tantangan dan tekanan dibanding orang tua zaman dulu. Mulai dari tekanan keluarga, teman, lingkungan, bahkan untuk urusan teknologi. Benarkah seperti itu?

"Saya belum pernah membaca tentang risetnya. Tapi ada beberapa orang tua yang datang berkonsultasi dan menyatakan tekanannya jauh lebih besar ya punya anak sekarang, dibandingkan yang dulu. Kenapa? Karena komparasinya didapat dari mana saja," ujar psikolog, Ayoe Sutomo beberapa waktu lalu di Hotel Four Season, Jakarta Selatan.

Menurut Ayoe, orang tua 'jaman now' lebih banyak mendapat perbandingan lewat media sosial. Bunda jadi sering membandingkan kehidupan diri sendiri dengan kehidupan orang lain yang dapat menghancurkan konsep diri kita.

Begitu pula tentang anak, para orang tua cenderung membandingkan perkembangan anaknya dengan anak-anak lain di media sosial. Padahal, cepat lambatnya perkembangan setiap anak kan berbeda-beda ya, Bun.

Misalnya, ada bayi lain seusia anak kita sudah bisa berdiri sedangkan si kecil belum bisa berdiri, wah kita pun panik dibuatnya. Pasalnya, orang tua merasa ada yang salah dengan perkembangan si kecil atau merasa anak lambat berkembang. Padahal, sebenarnya nggak ada yang salah dari tumbuh kembang si kecil.

Ayoe mengatakan salah satu cara menjawab tantangan tekanan ini yaitu memahami dengan baik tahapan perkembangan anak. Jadi kalau lihat anak orang lain sudah bisa berjalan, tapi anak Bunda belum bisa, kalau memang masih wajar, apa yang harus dikhawatirkan? Perkembangan setiap anak kan nggak harus sama, Bun, yang penting sesuai dengan rentang usianya.

Makanya, supaya nggak panik sendiri ketika membandingkan si kecil dengan anak-anak lain, disarankan Ayoe Bunda harus banyak belajar nih tentang parenting dan tumbuh kembang anak. Bunda bisa belajar lewat komunitas-komunitas atau membaca artikel tentang parenting. Itu sangat bermanfaat untuk mengurangi tekanan yang didapat dari lingkungan dan media sosial.

Ayoe menegaskan, "Orang tua jangan memanfaatkan media sosial hanya untuk posting saja. Manfaatkan untuk belajar. Ketika melihat anak orang lain sudah lebih bisa, belajar dari internet juga. Belajar untuk melihat bahwa benar nggak sih seperti itu? Dibuka situs-situs yang berisi pengetahuan tentang tahapan perkembangan anak. Setidaknya, itu bisa membantu orang tua untuk tidak menjadi jauh lebih cemas ketika berhadapan dengan yang heboh di media sosial."




[sumber]
Share on Google Plus

About Global Web

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar