Sudahkah Kita Beri Anak Kesempatan Mencoba Melakukan Sesuatu?

Sudahkah Kita Beri Anak Kesempatan Mencoba Melakukan Sesuatu?

KB TKIT HARAPAN BUNDA – Suatu hari saya lagi makan di restoran bareng keluarga. Saat pesanan air mineral tiba, anak kakak saya alias keponakan bungsu yang umurnya 3 tahun minta minum air mineral dan mau membuka sendiri botolnya. Padahal, bisa dipastiin dia belum bisa melakukan itu.

Tapi apa yang terjadi? Ponakan saya ini ngotot banget, Bun, pengen nyoba membuka botol itu. Sabar, sabar...Saya biarkan aja dia mencoba buka botol itu sampai akhirnya dia nyerah dan nangis. Ya, mungkin karena udah haus juga ya. Hi-hi-hi. Saya ambil botolnya dan krek! Tutupnya bisa terbuka dan si keponakan pun langsung meminumnya.

"Udah dibilangin nggak bisa buka botol masih ngotot aja. Coba dari tadi dibukain, kan lebih cepat dan kamu nggak sampai kehausan gitu," batin saya. Memang ya, Bun, kadang balita suka ngeyel kalau diarahkan. Apalagi kalau mereka mau mencoba melakukan sesuatu, udah kayak bisa aja gitu. Kesal nggak sih kadang-kadang kita dibuatnya?

Saya lantas curcol alias curhat colongan nih sama psikolog anak dari Tiga Generasi Anastasia Satriyo yang akrab disapa Anas. Nggak menampik, Anas bilang wajar banget kalau balita pengen mencoba segala sesuatu. Saat kita kasih tahu dia belum bisa melakukan itu, nggak digubris. Huft!

"Jadi yang bisa kita lakukan oke kita biarkan dia mencoba. Pas udah agak kesusahan baru kita tawarkan bantuan," kata Anas waktu ngobrol sama HaiBunda.

Pas pada akhirnya anak nggak bisa melakukan itu, kita bersikap neutral aja, Bun. Bilang ke anak 'Oh nggak bisa ya. Ya udah sini bunda bantuin,'. Soalnya, kadang pernah nggak sih kita langsung bilang ke anak 'Tuh kan kamu nggak bisa buka. Tadi kan bunda udah bilang,'.

Menurut Anas, respons kayak gitu justru bikin anak malu dan nggak mau mencoba melakukan sesuatu. Padahal, penting banget buat kita memupuk rasa percaya diri dan kemauan anak untuk mencoba segala sesuatu kan, Bun? Pas kita ambil alih tugas tersebut, kasih tahu juga ke anak gimana cara melakukan hal itu dengan benar.

Nah, terus gimana kalau anak ngotot mencoba melakukan sesuatu padahal waktunya mepet? Anas bilang, katakan aja waktunya udah mepet. Misalnya, anak ngotot ngiket sendiri sepatunya padahal udah mesti segera berangkat ke sekolah.

"Kita bilang ke anak lain waktu kita bisa coba melakukan itu. Tapi ingat kalau udah janji sama anak mesti ditepati ya," kata Anas.




[sumber]
Share on Google Plus

About Global Web

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar