5 cara menumbuhkan semangat belajar pada anak

5 cara menumbuhkan semangat belajar pada anak  

KB TKIT HARAPAN BUNDA – Ayah Bunda kini si kecil sudah mulai  masuk sekolah setelah libur panjang beberapa minggu. Apakah si kecil tetap semangat belajar setelah merasakan enaknya libur panjang? Kali ini kita akan membahas mengenai cara menumbuhkan semangat belajar pada Anak.
  1. Menjadi teladan bagi anak. Orang tua adalah contoh bagi anak anaknya. Tidak heran jika mereka sering menirukan apapun yang dilakukan oleh Ayah atau Bundanya. Sebelum kita meminta anak-anak untuk melakukan sesuatu yang kita inginkan. Ada baiknya kita memberikan contoh terlebih dahulu kepada anak-anak kita. Misalnya , Ayah Bunda ingin mereka menjadi pecinta buku. Maka Ayah Bunda harus gemar membaca. Ajaklah mereka membaca bersama walaupun hanya 1 jam setiap harinya. Ajaklah meerka membaca bersama walaupun hanya 1 jam setiap harinya. Dengan cara ini perlahan-lahan anak Ayah Bunda akan menganggap bahwa ini adalah rutinitas kesehariannya.
  1. Pancing Anak Untuk Berpendapat. Sudah bukan zamannya lagi orang tua selalu cerewet pada anak anaknya. Sekarang, waktunya untuk lebih mendengarkan pendapat anak-anak Ayah Bunda dan memberikan alternatif solusi atas permasalahan yang sedang mereka hadapi. Sederhana saja, ajukan pertanyaan simpel seperti “Bagaimana dengan sekolahmu hari ini ?” “Apakah ada pelajaran yang sulit?
  Dengan adanya pertanyaan-pertanyaan tersebut Ayah Bunda dapat mengetahui apa yang menjadi pikiran mereka tentang sebuah hal. Anak-anak pun akan merasa dihargai dan tumbuh dengan pikiran yang terbuka.
  1. Jadikan target anak sebagai target Ayah Bunda, bukan sebaliknya. Ingatlah bahwa yang bersekolah adalah anak-anak dan bukan Ayah Bunda. Hindari memberikan target-target yang bersifat baku. Seperti, harus mendapat peringkat 3 besar di kelas atau mendapat nilai 90 dalam pelajaran matematika. Hidari penekanan-penekanan seperti ini, karena anak-anak Ayah Bunda dapat merasa depresi.
  1. Selalu Sisakan Waktu Untuk Bermain. Pulang sekolah selalu menjadi waktu yang dinantikan oleh anak anak Ayah Bunda. Sapalah ia ketika sampai dirumah dan beri waktu mereka untuk bermain dengan teman temannya. Hal ini dapat menjaga hubungan sosial anak Ayah Bunda dengan kawan-kawannya dan juga melepas penat dari rutinitas belajarnya. Sehingga, esoknya ia memiliki energi yang cukup untuk menerima pelajaran kembali.

  1. Pujilah anak Ayah Bunda. Tak selamanya anak akan membanggakan Ayah Bunda. Ada kalanya mereka berbuat salah dan membuat Ayah Bunda kecewa. Perlu Ayah Bunda ketahui bahwa mereka sedang dalam proses belajar. Sebisa mungkin, jangan menekan dan membebani mereka untuk memenuhi ekspetasi-ekspetasi Ayah Bunda. Saat nilai anak kurang memuaskan, pujilah mereka, alih-alih memarahinya. Melihat reaksi orang tua yang positif akan menumbuhkan semangat mereka untuk memberikan yang terbaik bagi Ayah Bunda
[Sumber]
Share on Google Plus

About Global Web

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar