Orangtua Dilarang Mendiagnosa Sendiri Alergi di Anak


KB TKIT HARAPAN BUNDA – Dalam dua dekade terakhir, IDAI mencatat peningkatan angka kejadian penyakit alergi pada anak, termasuk di Indonesia. Studi di beberapa negara di seluruh dunia menunjukkan prevalensi alergi protein susu sapi pada anak-anak di tahun pertama kehidupan mencapai sekitar 2 persen sampai 7,5 persen.

Konsultan Alergi dan Imunologi Anak, Prof Budi Setiabudiawan SpA(k), M. Kes, menjelaskan cara yang paling tepat untuk menanggulangi alergi adalah dengan mengontrol dan mencegah reaksi alergi. Orangtua harus tanggap terhadap alergi dengan melakukan 3K yaitu kenali risiko dan gejalanya, konsultasikan ke dokter agat si kecil memeroleh penanganan yang tepat, dan kendalikan penyebab alergi dengan nutrisi yang tepat agar si kecil bisa tetap tumbuh dengan optimal.

“Kenali anak risiko enggak, kenali gejala. Ada di saluran nafas, saluran cerna atau kulit. Ibu tidak boleh mendiagnosa. Diagnosa dokter. Jadi konsultasi pada dokter. Dan jika sudah jelas alergi, maka kendalikan. Pemicu alergi dikendalikan dengan menghindarinya. Ganti nutrisinya dengan makanan lain agar tumbuh kembang anak optimal,” jelasnya.

Senada, Psikolog Anak dan Keluarga Anna Surti Ariani mengatakan untuk memaksimalkan perkembangan mental si kecil yang memiliki alergi, bunda juga bisa menerapkan 3K. Kenali sifat anak, apakah anak ceria, sulit didekati pada saat tertentu atau bagaimana. “Orangtua perlu sekali mengenali sifat anak supaya bisa mengerti pendekatan apa yang pas untuk tangan alergi anak,” jelasnya.

Ia menambahkan orangtua juga harus mengenali perubahan dalam diri anak, mungkin anak kemerahan habis makan sesuatu yang tidak diketahui orangtuanya. Atau gejala lain yang muncul. Orangtua juga harus mengenal kemampuan diri sendiri apakah dirinya alergi atau tidak. Dengan begitu akan lebih mudah mengenali risiko alergi pada anak. Termasuk lebih mudah saat berkonsultasi. Orangtua juga harus mengenal lingkungan sekitar anak. Misalnya teman atau lingkungan fisik sekolah anak.

Ketika sudah mengetahui anak alergi, maka konsultasikan. Sebelumnya orangtua harus memiliki banyak informasi supaya konsultasinya lebih efektif dan pertanyaan jadi lebih cerdas. Sehingga dokter lebih gampang kasih solusi.

Selain itu, ajak anggota keluarga lain. Karena dalam mengasuh anak pasti ada keterlibatan anggota keluarga lain, misalnya nenek. Beritahukan nenek agar anak tidak dikasih yogurt karena alergi susu sapi.

Konsultasikan pada dokter bersama anggota keluarga yang bisa memberikan dukungan moral. Dan ketika konsultasi dengan dokter lain,  beritahukan kondisi anak supaya penanganan tepat.




[republika.co.id]
Share on Google Plus

About Global Web

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar