Mengajarkan Sejarah kepada Anak, Ceritakan Pula Perjuangan Anak-Anak Zaman Penjajahan


KB TKIT HARAPAN BUNDA – Proklamator kemerdekaan Republik Indonesia (RI), Ir. Soekarno pernah berkata, "Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarah."

Sekilas kutipan tersebut merupakan imbauan kepada generasi penerus bangsa yang tidak ikut turun ke medan perang melawan penjajah namun dapat merasakan nikmatnya hidup di negara merdeka, Indonesia saat ini.

Oleh sebab itu, betapa pentingnya sejarah diajarkan kepada anak-anak agar mengetahui bahwa negara ini tidak berdiri begitu saja. Tapi adanya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah buah dari perjuangan pahlawan pada masa lalu dalam mengusir penjajah yang mau menguasai wilayah Tanah Air.

Pentingnya menanamkan nilai sejarah kepada anak-anak sebagai bentuk mengajarkan nilai perjuangan, tanggung jawab, dan rasa pantang menyerah dalam meraih keinginan.

"Mengajarkan sejarah adalah cara menitipkan bangsa ini sebagai warisan dari kakek-nenek moyang dan para pahlawan yang untuk dijaga dan dikembangkan," ujar Kasandra Putranto sebagai psikolog yang peduli dengan tumbuh kembang anak-anak Indonesia.

Itulah sebabnya pelajaran sejarah tidak boleh dihapus dari mata pelajaran. Ajarkan sejarah bangsa sesuai usia anak-anak.

"Saat mengajarkan sejarah, ceritakan pula perjuangan dan kehidupan anak-anak masa penjajahan yang tidak semerdeka anak-anak sekarang. Misalnya, harus berjuang untuk sekolah, melarikan diri ketika digempur musuh, dan lain sebagainya," sambung psikolog lulusan Universitas Indonesia ini.

Perkenalkan anak dengan pahlawan-pahlawan revolusi. Seperti Jenderal Sudirman, Ahmad Yani, pejuang wanita, seperti Cut Nyak Dien, dan Rasuna Said. Ceritakan pula bahwa anak-anak di masa perjuangan banyak yang menjadi korban kehilangan nyawa akibat penjajah.

"Misalnya Ade Irma Nasution yang turut menjadi korban gerakan G30SPKI. Dia adalah pahlawan cilik yang kehilangan nyawa akibat perjuangan," lanjutnya.

Sudah 72 tahun kemerdekaan selayaknya diisi dengan penghormatan yang setinggi2nya kepada para pejuang kemerdekaan RI dengan semangat perjuangan yang sama untuk membangun negeri.

"Kemerdekaan bangsa Indonesia kenyataannya membawa banyak masalah yang menjadi tugas bersambung untuk anak-anak untuk melanjutkan perjuangan pahlawan. Karena penerus bangsa tidak cukup menjiwai dan memaknai pengorbanan pejuang bangsa saja, tapi harus melakukan sesuatu," tukasnya.




[okezone.com]
Share on Google Plus

About Global Web

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar