Ini Dampak Negatif Kebiasaan Membandingkan Anak


KB TKIT HARAPAN BUNDA – Orang tua tidak sempurna. Apalagi tidak ada buku panduan untuk menjadi ayah dan ibu yang baik. Salah satu kesalahan yang kerap terjadi tapi tidak disadari adalah kebiasaan membandingkan anak yang satu dengan lainnya.

Mungkin bagi sebagian orang tua hal itu terlihat wajar dan biasa-biasa saja karena dengan membandingkan anak sama dengan memberikan motivasi agar mereka berkembang dengan baik. Jika orang tua hanya memiliki satu anak, bisanya mereka membandingkan anak mereka dengan kemampuan anak lainnya. Perilaku itu tidak jauh berbeda dengan orang tua yang membandingkan anak-anak mereka sendiri.

Efnie Indrianie, psikolog keluarga, yang ditemui belum lama ini, menjelaskan tentang konsep diri. Konsep ini  menjelaskan bahwa anak dilatih oleh orang tua untuk tumbuh dan berkembang dengan memiliki satu kepercayaan pada diri sendiri.  Konsep diri ini menerangkan bahwa anak harus meyakini kemampuan diri sendiri dan dapat memandang dirinya sendiri dengan nilai positif.

Jika orang tua terus membanding-bandingkan anak mereka, wajar saja jika anak akan merasa kekurangan rasa percaya diri. Ini akan menimbulkan sikap minder dan tidak mampu memberikan hal yang lebih dalam hidupnya.

Upaya membandingkan itu juga belum selalu berhasil bila dikaitkan dengan motivasi positif. Orang tua disarankan memotivasi anak dengan cara memberi inspirasi. Misalnya dengan memperlihatkan video inspirasi yang sudah banyak beredar di internet. Dengan memberikan video inspirasi tersebut anak juga belajar konsep tentang bersyukur dalam hidup.




[republika.co.id]
Share on Google Plus

About Global Web

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar