Nyaman Mengajak Si Kecil Silaturahmi

Ilustrasi: dancow.co.id

KB TKIT HARAPAN BUNDA – Hari raya Idul Fitri sudah di depan mata. Bulan suci Ramadhan hanya tinggal beberapa hari saja. Para kaum wanita, sudah banyak yang mempersiapkan kue serta makanan istimewa menyambut hari kemenangan.

Yang tak kalah penting saat merayakan hari Lebaran adalah saling mengunjungi sanak keluarga atau lebih dikenal dengan istilah silaturahmi. Dalam bahasa Arab, silaturahmi berarti menyambung hubungan dengan saudara sedarah. Sementara itu, silaturahim berarti menyambung hubungan dengan orang-orang yang bukan saudara seperti tetangga dan teman.

Dari sisi sosial, silaturahmi dan silaturahim sangat penting karena jika tidak dilakukan bisa menyebabkan kehilangan kontak, jaringan dan lain-lain.

Momen Lebaran menjadi penting karena pada hari-hari biasa kemungkinan besar sulit untuk bertemu dengan saudara dan teman karena kesibukan masing-masing. Sehingga momen Lebaran menjadi momen yang paling tepat untuk libur dan sama-sama meminta maaf.

Bagi anak-anak, momen Lebaran dapat digunakan mengenal keluarga besar dan kerabat serta belajar berbagai tradisi dan norma-norma sosial di lingkungan sekitarnya.

Dengan berkumpul bersama keluarga besar, anak juga akan belajar mengenai keterampilan berkomunikasi. Ini karena, berada dalam ruangan yang terdapat beragam orang dengan berbagai usia memerlukan suatu latihan penyesuaian tersendiri. Sambil beradaptasi, anak juga akan belajar untuk bersosialisasi.

Secara khusus, kebiasaan bersilaturahmi juga menambahkan arti untuk saling memaafkan di hari Idul Fitri. Anak menjadi terbiasa berada dalam lingkungan di mana kesanggupan untuk memberi maaf dan meminta maaf merupakan hal penting dalam kehidupan ini.

Untuk anak-anak usia sekolah dasar (SD), maka pengertian silaturami yang dapat diberikan oleh orangtua kepada anak sudah lebih luas dengan mengaitkan kepada pemahaman agama. Sedangkan untuk anak-anak yang lebih muda, bisa memperkenalkan mereka kepada saudara-saudara serta keluarga besar.

Ada beberapa tips yang dapat Anda terapkan untuk menghindari kesulitan disaat bersilaturahmi di hari Lebaran, antara lain:

Untuk anak-anak usia sekolah dasar yang sudah bisa diajak berkomunikasi, berikan pengertian sebelum berangkat silaturahmi. Jelaskan keadaan dan kondisi yang sekiranya akan dihadapi, misalnya bertemu saudara-saudara dari luar kota atau bertemu Kakek Nenek yang dirindukannya.

Untuk anak-anak usia pra-sekolah, utamakan kenyamanan bagi mereka. Ajang silaturahmi sangat baik untuk memperkenalkan mereka terhadap keluarga besar sekaligus mengasah kemampuan berkomunikasi, jangan sampai terhalang karena baju yang tidak nyaman.

Biasanya jika anak sudah menginjak remaja, mereka lebih senang berkumpul dengan teman-teman sebayana. Usahakan agar acara silaturahmi keluarga Anda juga dihadiri oleh para sepupu mereka.

Jangan salah, baju baru seringkali mengundang ketidaknyamanan. Penyebabnya bisa dari bahan baju atau kegiatan anak yang terlalu banyak sehingga ia berkeringat. Oleh karena itu, lebih baik bawa baju ganti serta bedak agar anak kembali nyaman.

Bawa segala keperluan anak seperti susu, makanan kesukaan serta boneka yang biasa menemaninya. Hal ini diperlukan agar Anda tidak repot menghadapi permintaan anak terhadap kebiasaan yang dilakukannya sehari-hari.

Pahami bahwa setiap anak memiliki karakteristik yang berbeda. Ada anak yang dengan mudah bersalaman pada orang yang baru ditemui, sementara itu ada juga anak yang pemalu. Biarkan beberapa waktu agar anak Anda terbiasa dengan lingkungan yang baru ditemuinya, lalu ajak ia bertemu dengan saudara atau teman yang sebaya.

Ingat, orangtua adalah panutan yang utama bagi anak. Setiap gerak-gerik Anda saat bersilaturahmi akan dilihat dan diserap kemudian dicontoh oleh anak-anak. rin




[republika.co.id]
Share on Google Plus

About Global Web

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar