Gempa, Lakukan Ini


KB TKIT HARAPAN BUNDA – Tak semua anak bisa merasakan saat terjadi gempa. Justru huru-hara yang terjadi pada orang dewasa-lah yang kerap membuat anak kebingungan dan trauma. Belum sempat mereka tahu apa yang terjadi, orang dewasa berteriak dan menyeret anak-anak untuk keluar ruangan.
Reaksi itu tidak bisa disalahkan, karena orang dewasa sudah paham apa itu gempa dan akibat yang bisa ditimbulkannya. Orang dewasa hanya ingin semua orang selamat. Tapi kepanikan dan huru-hara justru kerap membuat dampak gempa bumi jadi kian buruk, terutama pada anak-anak.

Ini yang sebaiknya Anda lakukan untuk menyelamatkan anak-anak dari dampak gempa bumi tanpa membuat mereka trauma.


Saat Gempa Terjadi

Jika Anda berada di dalam ruangan, tenang dan tetaplah berada di tempat. Katakan pada anak bahwa ada goncangan.

Ajak anak menjauh dari pintu atau jendela kaca, cari tempat berlindung seperti meja kayu yang kuat (bukan meja kaca), ajak anak jongkok di bawah meja. Tujuannya untuk menghindari sesuatu yang mungkin jatuh menimpa kepala kita.

Bila memungkinkan untuk keluar rumah, ajak anak keluar rumah dengan tetap tenang. Wajah panik Anda sangat terbaca oleh anak. Memang sulit menenangkan diri dalam goncangan, apalagi bila Anda hanya berdua dengan anak di rumah.

Jika Anda sedang memasak di dapur, segera matikan gas dan kompor, katakan pada anak bahwa ada gempa. Ajak anak keluar rumah dengan tetap tenang.

Bila Anda berada di luar rumah bersama anak, cari area terbuka seperti tanah lapang yang jauh dari tiang listrik atau tiang lampu. Kita tidak bisa memprediksi kekuatan gempa.

Bila Anda sedang mengemudi bersama anak di dalam mobil untuk menjemputnya dari sekolah, segera pinggirkan mobil Anda. Katakan pada anak bahwa Anda merasakan goncangan atau gempa.


Setelah Gempa Terjadi

Cek kondisi rumah Anda, apakah ada bagian yang rusak, misalnya dinding yang retak, lampu jatuh dan pecah, atau kaca jendela pecah.

Bila tak ada masalah, ceritakan kepada anak apa itu gempa dan bahayanya bila tidak menyelamatkan diri. Tetap diingat, cara Anda bercerita jangan sampai membuat anak mimpi buruk.

Kepada anak-anak yang lebih besar, beri penjelasan jalan mana yang bisa mereka lewati untuk evakuasi. Anak-anak yang lebih besar kerap mengembangkan imajinasinya, bukan tak mungkin ia menjadi sulit tidur karena memikirkan gempa bumi.




[ayahbunda.co.id]
Share on Google Plus

About Global Web

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar