Ajak Si Kecil Bijak Mengatur Angpao Lebaran, Yuk!


KB TKIT HARAPAN BUNDA – Di Hari Raya Idul Fitri, anak-anak biasanya menerima angpao Lebaran dari kerabat dan saudara. Kita intip yuk cara agar Si Kecil bisa mengelola uang Lebarannya dengan baik!


Kenalkan Konsep Uang

Begitu Si Kecil sudah mendapatkan uang dari “salam tempel” saat Lebaran, kita bisa ajak mereka menghitung bersama berapa jumlah uang yang mereka peroleh. Nunik (35) melakukan hal ini saat anaknya mendapatkan uang angpao ketika Lebaran. “Saya ajak Dafa untuk menghitung berapa banyak uang yang dia dapatkan. Setelah itu, saya ajarkan dia untuk bersyukur atas rejeki yang ia dapat,” ungkapnya.

Setelah itu, kita dapat mengajarkan Si Kecil tentang konsep uang sebagai alat pembayaran. Kita bisa mulai mengenalkan anak pada jenis uang seperti uang logam (koin), uang kertas dan perbedaan besaran nominalnya. Dengan begitu, anak akan mengerti bahwa uang itu berharga dan bukan sekadar alat permainan.


Diskusikan dengan Anak

Setelah menghitung angpao yang ia dapat, kita diskusikan terlebih dahulu dengannya mau diapakan uang angpao yang ia terima. Apakah ia mau belikan mainan, ditabung, atau disisihkan untuk amal.

Dalam perbincangan dengan buah hati, kita bisa jelaskan padanya bahwa angpao tersebut adalah hadiah dari saudara dan kerabat yang harus digunakan sebaik mungkin. Jadi apapun keinginannya, ia harus menggunakan uang tersebut dengan bijak,

“Sebelum Lebaran, saya sudah bilang pada anak saya bahwa dia akan pasti akan mendapatkan uang angpao atau salam tempel. Nah, saya tanya pada dia apa yang kira-kira mau dia lakukan dengan uang tersebut. Kalau tahun lalu Dafa ingin beli sepeda, jadinya uangnya memang saya gunakan untuk membeli sepedanya,” cerita Nunik.


Ajarkan Menabung

Kita juga dapat mengajarkan anak soal menabung lewat uang angpao yang diterimanya. Hal ini dilakukan oleh artis Inneke Koesherawati yang meminta anaknya untuk menabung uang yang ia dapat. Kita bisa memasukkan uang Si Kecil ke dalam celengan agar ia bisa mengontrol uang tabungannya. “Saya selalu meminta dia untuk mengumpulkan uang yang ia dapat. Gunanya agar ia punya uang sendiri jika suatu saat ia harus membeli suatu kebutuhan yang sifatnya mendadak,” ujar Inneke ketika berbincang dengan Fimela Family.

"Dengan menabung, kita bisa mengajarkan anak hidup mandiri dan tak tergantung dengan orang lain. Kita juga bisa memberi pandangan sama Si Kecil kalau menabung bukan hanya untuk hura-hura saja tapi nantinya uang itu bisa dipakai untuk kebutuhan-kebutuhan yang mendesak. Istilahnya, ia jadi pribadi mandiri yang bertanggung jawab," ujar Murti Dewi, seorang Risk Management Policy Senior Manager sebuah bank terkemuka.


Menyimpan Uang  Anak

Selain menabung di celengan, kita juga bisa minta Si Kecil untuk memberikan uangnya pada kita untuk kemudian disimpan di bank karena terkadang uang yang diterima Si Kecil tidak sedikit jumlahnya. “Anak saya tahun lalu dapat uang sekitar Rp500.000,-. Itu jumlah yang sangat besar bagi dia karena itu saya minta dia untuk berikan uangnya pada saya untuk disimpan di bank. Saya janjikan padanya kalau saya nggak akan menggunakan uang itu kecuali untuk kebutuhan dia. Tiap saya mau menggunakan uang angpao untuk beli buku atau tas untuk dia, pasti saya bilang padanya kalau saya gunakan uang dia. Dengan begitu saya nggak perlu khawatir dia memegang uang yang terlalu banyak,” kata Risma (36) saat bercerita tentang uang angpao yang diterima oleh Si Kecil.

Risma juga mengatakan bahwa kita harus bisa meyakinkan agar Si Kecil bisa memberikan kepercayaannya pada kita. Biasanya, anak akan takut uangnya akan dipakai dan dia tidak bisa membelanjakan uangnya. “Anak saya pada awalnya takut kalau ia nggak bisa pakai uang itu. Saya bilang padanya kalau ibu nggak akan pakai uangnya, kalau dia mau pakai, asal alasannya jelas pasti saya kasih,” ujarnya.


Belikan Kebutuhan Si Kecil

Menjelang Lebaran, anak biasanya sudah tahu kalau ia akan mendapatkan angpao. Dari situ ia pasti sudah punya keinginan-keinginan untuk membelanjakan uang tersebut. Jelaskan padanya bahwa kebutuhan berbeda dengan keinginan. Kebutuhan adalah hal utama dan penting yang harus dibeli. Misalnya, membeli tas karena tas yang lama sudah rusak. Jika Si Kecil ingin punya sesuatu, berikanlah pengarahan padanya apakah ia membutuhkan barang itu atau tidak. “Waktu tahun lalu, anak saya ingin punya mobil-mobilan baru, lalu saya tanya apakah mainan yang lama sudah rusak atau belum. Kalau belum, lebih baik uangnya ditabung. Saya belikan apa yang memang sedang dia butuhkan,” ujar Nunik ketika bercerita tentang membelanjakan uang angpao Si Kecil.

Hal ini juga dirasakan oleh Inneke Koesherawati saat Lebaran. “Anak saya sudah punya list mainan apa saja yang ia mau. Tapi, saya bilang padanya kalau uang angpaonya nggak boleh dibelikan mainan semua. Saya minta dia untuk mengatur apa yang memang dibutuhkannya, bukan sekadar yang ia inginkan,” ujar Inneke. Itulah beberapa tips yang bisa kita pakai saat Si Kecil menerima angpao lebaran. Semoga bisa berguna agar ia bisa mengelolanya dengan bijak, ya!




[fimela.com]
Share on Google Plus

About Global Web

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar