Gejala Paru-Paru Basah (Pneumonia) Sejak Balita


KB TKIT HARAPAN BUNDA – Pneumonia atau lebih dikenal dengan kondisi paru-paru basah bisa saja terjadi pada siapa pun. Jenis infeksi paru-paru ini memang cukup fatal jika terjangkit pada balita Anda. Banyak yang beranggapan, bahwa paru-paru basah ini disebabkan karena sering mandi malam atau main hujan. Sebenarnya penjelasanya tidak seperti itu, akan tetapi penjelasan ilmiah dari paru-paru basah ini adalah disebabkan karena virus atau bakteri yang menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan. Infeksi ini akan menyebabkan penumpukan lendir pada yang menghalangi alveoli.

Alveoli adalah kantung udara kecil yang terdapat di dalam pembuluh darah kecil. Jumlah alveoli pada tubuh manusia memang cukup, banyak yaitu 600 juta dalam 1 sistem pernapasan. Pada balita yang terserang pneumonia ini akan merasakan sakit seperti demam, flu dan lainnya. Dan untuk lebih jelasnya gejala dari paru-paru basah (pneumonia) sejak balita ini bisa Anda lihat di bawah ini.

  • Pada balita gejala awalnya berupa demam yang kemudian disertai dengan batuk dan juga pilek. Tidak sampai disitu saja sakit kepala dan kemudian kehilangan nafsu makan akan diperlihatkan pada balita yang menderita Pneumonia.
  • Pada fase atau tahap selanjutnya jika belum ada penanganan yang serius, maka akan berkembang lebih parah dan sudah mulai terlihat gejala penting dari paru-paru basah tersebut. Gejala tersebut ada 2 yaitu napas pada balita akan lebih cepat, dan juga mengalami sesak napas.
  • Perhitungan napas pada balita yang menderita pneumonia ini adalah 60 kali permenit untuk balita berusia di bawah dari 2 bulan. Untuk balita yang berusia di atas 2 bulan hingga 1 tahun, kecepatan bernapasnya akan lebih cepat dari 50 kali per menitnya. Untuk balit yang sudah mencapai usia di atas 1 sampai 5 tahun, maka kecepatannya napasnya permenit mencapa 40 kali.
  • Gejala sesak napas pada balita penderita pneumonia ini akan memperlihatkan pernapasan yang pendek tapi cepat. Pada hidung akan memperlihatkan kembang kempis.
  • Jangan sampai balita Anda mencapai pada tahap paru-paru basah (Pneumonia) berat, seperti kejang, tidak sadarkan diri dan penurunan suhu tubuh. Gejala ini awalnya akan diperlihatkan dengan adanya tarikan dari dinding dada bagian bawah ke arah dalam.
  • Gejala terburuk dari pneumonia ini adalah anak akan batuk berdahak. Dahak tersebut akan keluar berupa cairan lendiri berwarna hijau dan juga terkadang akan bercampur dengan darah.


Jika, pada anak Anda terdeteksi ciri-ciri di atas maka para orang tua bisa melakukan diagnosa sendiri dengan perhitungan napas. Jika, perhitungan napas anak Anda sesuai dengan pada point ketiga di atas, maka langkah terbaik yang harus Anda lakukan adalah penanganan dari ahli medis secepatnya. Akibat terburuknya bisa seperti pada point terakhir di atas, dan bahkan bisa lebih buruk lagi.




[segiempat.com]
Share on Google Plus

About Global Web

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar