4 Tanda Autisme Sejak Bayi


KB TKIT HARAPAN BUNDA – Autisme adalah kelainan pada perkembangan saraf manusia, yang diakibatkan oleh faktro hereditas secara umum. Kondisi autisme ini sebenarnya sudah bisa dideteksi sejak bayi masih berusia 6 bulan. Untuk itu, para orang tua sebaiknya melakukan pendeteksian ini sedini mungkin terhadap bayinya, agar hal tersebut masih dapat diatasi dengan bantuan terapi. Autisme memang tidak akan sembuh sepenuhnya, namun tidak sedikit dari penderita autisme ini bahkan bisa berhasil menjadi sarjana. Nah, di bawah ini ada 4 tanda autisme yang bisa dideteksi sejak bayi.


Perhatikan ekspresi bayi

Tanda pertama yang bisa Anda perhatikan pada bayi yang mengalami kondisi autism adalah tidak adanya ekspresi. Ekspresi ini tidak akan diperlihatkan kepada orang terdekat seperti pada kedua orang tua, pengasuh, atau pun saudaranya. Tahapan-tahapan tersebut bisa Anda lihat sesuai dengan usianya di bawah ini.


Bayi yang berusia 6 bulan

Untuk usia bayi yang sudah mencapai tahap ini tapi belum memperlihatkan ekspresi seperti tersenyum atau pun tertawa, bisa menjadi tanda autisme.


Bayi yang telah berusia 12 bulan

Ekspresi lain pada bayi dengan tanda autis adalah tidak adanya gerak tubuh, mengoceh, atau pun menunjuk ke benda yang dikenal atau menunjuk kea rah orang yang dikenal. Bayi tidak pernah mengeluarkan satu kata pun hingga dia berusia 12 bulan atau 1 tahun, bisa menjadi tanda bayi autis.

Bayi yang telah berusia 2 tahun pertama
Bayi belum pernah mengeluarkan satu atau dua kata hingga usianya mencapai 2 tahun, bisa digolongkan ciri-ciri bayi autisme.

Dalam fase ini juga bayi akan lebih ebsesif pada hal tertentu saja, ada juga perubahan mendadak dalam kontak mata dan ekspresi wajahnya.


Perilaku yang berulang (Repetitiveness)

Secara fisik bayi dalam keadaan autisme akan memperlihatkan perilaku yang berulang-ulang (Reptitiveness). Pola gerakan, warna dan melakukan beberapa hal yang selalu sama adalah cara paling mudah mendeteksi anak autis ini. Berdasarkan hal ini pula anak-anak autis akan memperlihatkan keterikatan dengan hal tertentu saja dengan keinginan yang tertentu pula. Jika, keinginan tersebut ditolak, maka mereka akan menjadi sangat rewel.

Pengulangan yang perilaku yang paling banyak diperlihatkan oleh anak autis adalah suka menggoyang-goyangkan tubuhnya bahkan dalam waktu yang lama dengan gerakan yang sama seperti bertepuk tangan, dan lain sebagainya.


Kepekaan panca indera (Sensitivitas)

Tanda selanjutnya adalah bayi kurang peka terhadap sesuatu, karena panca indera yang tidak seimbang. Beberapa contoh sudah pernah dilakukan seperti pada bayi yang lebih mudah ditenangkan dengan sentuhan atua belaian pada pipi dan kepalanya. Ada juga beberapa bayi lainnya yang tidak suka ketika disentuh. Ada juga beberapa bayi yang mengalami tingkat kepekaan terhadap suara yang membuat mereka terganggu.

Bahkan warna dan aroma tertentu bisa membuat bayi autis menjadi rewel. Karena tidak sesuai dengan keinginan atau yang mereka sukai. Tingkat kepekaan tersebut memang terkadang bervariatif sesuai dengan keparahan autisme yang dialami oleh bayi.


Menarik diri

Gejala atau tanda lainnya yang agak sulit diketahui oleh orang tua yang anaknya menderita autisme adalah kemampuan yang mundur atau hilang. Tanda ini memang akan sulit dideteksi jika anak masih berusia balita. Tanpa secara perlahan-lahan dengan pertumbuhannya maka, anak dengan kondisi autisme ini akan mulai menarik diri dari lingkungan mereka, dan hidup di dunia mereka sendiri.




[segiempat.com]
Share on Google Plus

About Global Web

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar