Cacingan Pada Anak: (2) Cegah dan Atasi Cacingan


KB TKIT HARAPAN BUNDA – Dr. Rospita menjelaskan cacingan pada dasarnya dapat dicegah dengan cara meningkatkan kebersihan diri dan lingkungan melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), diantaranya: mencuci tangan dengan sabun; menggunakan air bersih untuk keperluan rumah tangga; menjaga kebersihan makanan; menjaga higenitas alat-alat kebersihan; menciptakan lingkungan tempat tinggal yang bersih; dan minum obat cacing secara berkala untuk pencegahan, khususnya untuk anak usia sekolah dan di bawah 5 tahun.

Devy Yheanne,Country Leader of Communications & Public Affairs, PT Johnson & Johnson Indonesia mengatakan rendahnya tingkat kebersihan lingkungan dapat memicu tingkat prevalensi cacingan. Saat ini, masih banyak masyarakat di Indonesia yang belum menerapkan PHBS dan menganggap remeh penyakit cacingan. “Padahal cacingan dapat menurunkan kualitas gizi, kecerdasan, dan bahkan produktifitas penderitanya. Karenanya, kami melalui brand Combantrin ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih giat dalam menerapkan PHBS,” jelas Devi.

Lebih lanjut, Fika Yolanda, Senior Brand Manager for OTC, PT Johnson & Johnson Indonesia, menjelaskan Combantrin merupakan obat anti cacing yang merupakan komponen dari pirantel pamoat. Pirantel adalah salah satu jenis obat cacing yang bisa digunakan untuk menangani kasus cacing kremi pada manusia. Obat cacingan ini bekerja dengan cara melumpuhkan cacing sehingga cacing mati dan dikeluarkan lewat feses. Obat ini sebaiknya dikonsumsi oleh anak usia di atas 2 tahun dan tidak dianjurkan untuk anak di bawah 2 tahun dan ibu menyusui, kecuali jika ada anjuran dokter.

Dukungan perusahaan terhadap sejumlah program pemerintah Indonesia termasuk kampanye kecacingan sebanarnya telah dimulai sejak beberapa tahun sebelumnya. Pada tahun lalu, tepatnya 9 Juni 2016, produsen perlengkapan bayi dan anak-anak ini bersama Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pusat bahkan telah menandatangani perjanjian kerjasama di Indonesia.

Tujuan kerjasama tersebut adalah untuk melaksanakan kerja sama antara kedua belah pihak dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai penyakit cacingan sehingga diharapkan masyarakat dapat melakukan tindakan perlindungan dan pencegahan yang diperlukan untuk melindungi masa depan anak-anak Indonesia sedini mungkin.

“Demi mendukung anak Indonesia agar mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, kami ingin mengajak para orang tua untuk melakukan pencegahan cacingan dengancara memberikan obat cacing secara rutin setiap 6 bulan sekali atau minimal 1 tahun sekali pada anak, terutama jika anak sudah memasuki usia 2 tahun,” tutup Devy.




[majalahkartini.co.id]
Share on Google Plus

About Global Web

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar