Cacingan Pada Anak: (1) Bahaya Cacingan


KB TKIT HARAPAN BUNDA – Anak-anak yang masih tahap pertumbuhan kerap mengalami cacingan. Pandangan umum orangtua masih menganggap cacingan sebagai masalah sepele. Banyak yang menganggap bahwa cacingan bukanlah penyakit menular sehingga tidak berbahaya, bahkan ada juga yang beranggapan cacingan hanya dialami orang miskin.

Dr. Rospita Dian, Head of Medical Affairs, PT Johnson & Johnson Indonesia mengungkapkan bahwa ada banyak persepsi keliru manyarakat mengenai cacingan. Cacingan dapat dialami semua kelompok usia dan status sosial. Cacing bisa masuk ke tubuh manusia melalui kontak langsung antara kulit dengan tanah atau air yang kotor di mana ada telur atau larva cacing. Setelah menembus kulit, cacing masuk ke pembuluh darah balik (vena), lalu menuju ke organ dalam tubuh manusia. Cacing kerap berkembang biak dan berkoloni di dalam usus.

“Cacing akan menggigit dinding usus untuk mengambil nutrisi yang masuk di dalam tubuh. Akibatnya, seseorang yang terkena infeksi cacingan akan kekurangan gizi,” jelas dr. Rospita dalam presentasinya pada workshop Johnson & Johnson Indonesia Dukung Upaya Pemerintah Indonesia Dalam Menekan Tingkat Infeksi Cacingan di Jakarta, Selasa (17/10).

Menurut dr. Rospita, cacingan adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing dalam tubuh manusia yang ditularkan melalui tanah (soil transmitted helminths/STH). Kasus STH yang banyak terjadi di Indonesia disebabkan oleh cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing cambuk (Trichuris trichiura) dan cacing tambang (Ancylostoma duodenale, Necator americanus) dan cacing kremi (Entrobius Vermicularis).

Prevalensi cacingan di Indonesia pada umumnya, terang dr. Rospita masih sangat tinggi, terutama pada golongan penduduk yang kurang mampu, dengan sanitasi yang buruk. Prevalensi cacingan bervariasi antara 2,5% – 62%. Cacingan pada umumnya menyerang anak-anak usia sekolah. Data WHO juga menunjukkan, lebih dari 270 juta anak usia prasekolah dan lebih dari 600 anak usia sekolah tinggal di area dengan sanitasi yang tidak bersih dimana cacing bisa berkembang biak dengan cepat.

“Lebih dari 67 juta anak Indonesia juga membutuhkan pengobatan pencegahan (preventive chemotherapy). Hal ini menempatkan Indonesia sebagai negara terbesar ketiga setelah India dan Nigeria yang membutuhkan pencegahan,” terangnya.

Cacingan seringkali tidak menunjukkan gejala nyata dan terlalu spesifik sehingga kadangkala seseorang salah mendiagnosa. Cacingan gejalanya sangat umum sama seperti penyakit lain, namun orangtua perlu mewaspadai gejala 5L (lemah, lemas, letih, loyo, dan lalai). Anak terlihat lesu, tidak bergairah, dan vitalitas kurang; sulit berkonsentrasi dan semangat belajar menurun; sering sakit perut, nafsu makan berkurang. Pucat, anemia karena kadar hemoglobin berkurang; terkadang mudah gugup dan sulit tidur; penderita yang terkena infeksi cacing kremi, kerap merasa gatal di sekitar anus karena cacing kremi bertelur di area tersebut.

“Kekurangan gizi tersebut mengganggu perkembangan mental dan fisik anak, mengakibatkan penurunan sistem imunitas anak sehingga anak mudah sakit, stunting dan berkurangnya kecerdasan anak yang dapat diukur dalam IQ jangka panjang, bahkan kematian pada kasus sangat serius,” jelas dr. Rospita.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa anak yang mengalami persistent malnourishment dan stunting akan memiliki tingkat kecerdasan di bawah rata-rata dan produktivitas rendah, sehingga akan sulit bagi mereka untuk mendapatkan masa depan yang baik. Disamping itu, zat besi penting bagi tubuh untuk memproduksi hemoglobin yang berfungsi sebagai alat angkut oksigen dan makanan dari usus ke seluruh organ tubuh.

“Dengan demikian, apabila kekurangan zat besi, maka seorang anak akan mengalami anemia atau kurang darah. Hemoglobin sendiri berfungi sebagai alat angkut oksigen dan zat makanan dari usus ke seluruh organ tubuh,” tambahnya lagi.




[majalahkartini.co.id]
Share on Google Plus

About Global Web

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar