Anak Suka Ngemil? Perhatikan Ini Agar Tidak Berakibat Buruk


KB TKIT HARAPAN BUNDA – Tidak apa jika Anda memberikan si kecil camilan, ketika ia mengeluh lapar sebelum jam makan siang atau makan malam. Malah, jadwalkan saja pemberian camilan itu, dengan porsi yang tidak berlebihan. Pemberian camilan yang tidak terjadwal justru memicu perilaku makan yang buruk pada anak, dan porsi camilan yang berlebihan akan membuat si kecil merasa kekenyangan saat jam makan. Alhasil, ia pun menolak makan siang atau makan malam.

Hindari pula memberikan camilan yang hanya berisi gula atau cokelat saja. Menurut sebuah studi di Amerika, sebanyak 86% batita mengonsumsi satu jenis camilan yang tidak bergizi dalam sehari, berupa camilan asin atau manis, minuman manis, dan permen.

Di bawah ini adalah tip dari dr. Klara Yuliarti, Sp.A, seperti dilansir dari www.idai.or.id, untuk pemberian camilan kepada si kecil:

  • Sediakan camilan yang bergizi, yaitu yang mengandung karbohidrat, protein, lemak secara seimbang, namun dengan porsi lebih kecil dibandingkan makanan utama. Misalnya, bubur kacang hijau, sandwich keju mini, roti selai kacang, puding susu, lemper, risoles, pastel, dan makaroni panggang.
  • Siapkan camilan dalam porsi-porsi kecil dan tampilan yang menarik agar anak tertarik menyantapnya dan tidak memilih camilan kemasan.
  • Pastikan camilan aman, bebas dari bahan tambahan pangan yang berbahaya. Bahan tambahan yang dilarang oleh BPOM adalah asam borat, asam salisilat, dietilpirokarbonat, dulsin, kalium klorat, kloramfenol, minyak nabati yang dibrominasi, nitrofurazon, dan formalin. Pewarna tekstil, seperti rhodamin B, sering pula ditemukan pada kerupuk dan jajanan anak. Mengonsumsi makanan yang mengandung formalin atau rhodamin dapat menyebabkan kerusakan organ dalam tubuh dan kanker.
  • Camilan harus diolah dan disajikan secara higienis.
  • Hindari menyimpan makanan yang tidak bergizi di lemari atau kulkas, misalnya permen atau keripik.
  • Untuk anak dengan status gizi lebih atau obesitas, camilan juga merupakan sarana mengontrol asupan kalori. sambil tetap mempertahankan rasa kenyang. Berikan camilan berupa buah potong (bukan jus buah). Bila anak minum susu, berikan susu rendah lemak atau tanpa lemak untuk anak usia di atas 2 tahun.
  • Biasakan hanya minum air putih. Hindari kebiasaan minum minuman manis. seperti teh manis, teh dalam kemasan, susu kental manis, minuman berperisa, jus buah yang ditambah gula, atau minuman bersoda.





[parenting.co.id]
Share on Google Plus

About Global Web

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar