Kurang Zat Besi Sebabkan Anak Malas


KB TKIT HARAPAN BUNDA – “Gizi untuk anak usia sekolah berbeda dengan gizi anak pada usia sebelumnya. Di usia sekolah, organ tubuh mulai berkembang, aktivitasnya pun mulai bertambah.” Demikian Jansen Ongko, MSc, RD, nutrisionis, dalam acara peluncuran Minute Maid Nutriforce, 28 November 2017. Katanya, selain zat gizi makro, anak usia sekolah sangat membutuhkan zat gizi mikro seperti zinc, zat besi, vitamin B dan C sebagai energi dalam melakukan kegiatan harian di sekolah dan aktivitas outdoor. Zat-zat tersebut diperlukan untuk mendukung konsentrasi anak saat belajar dan membantu memperkuat daya tahan tubuh.

Kekurangan zat gizi  mikro akan berdampak    luas bagi kesehatan seperti anemia, gangguan akibat kurang yodium, dan kurang vitamin A. Di Indonesia, anemia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan prevalensi anak usia 5 – 14 tahun sebesar 26,4 persen (RISKESDAS 2013). Anemia pada anak ditandai dengan malas beraktivitas, mudah lelah, lemas, kulit dan kuku pucat, sesak napas, penurunan berat badan, selera makan dan kekebalan tubuh menurun, dan perilaku makan yang tidak baik.

“Dampaknya bagi perkembangan otak pun jadi buruk. Impuls saraf terganggu, sulit konsentrasi, dan daya ingat rendah,” kata Jansen.  “Jadi kalau anak Anda malas belajar, cari solusinya. Kemungkinan ia kurang nutrisi,” lanjutnya. Jansen menekankan bahwa malnutrisi tidak hanya terjadi di pedesaan tetapi juga di perkotaan. “Kegemukan dan obesitas juga termasuk malnutrisi. Malnutrisi adalah asupan gizi yang tidak seimbang.”

Roslina Verauli, Psikolog Anak dan Keluarga – pada kesempatan itu mengajak para orang tua untuk memahami perkembangan anak. Perkembangan anak harusnya diikuti dengan perubahan orangtua dalam memahami perannya. “Saat anak berusia 0 sampai 2 tahun, peran orangtua seperti babysitter. Di usia 3 sampai 5 tahun, peran orangtua berubah lagi. Di usia 5 tahun ke atas peran orang tua juga harus berubah lagi,” ujar Vera. Di usia di atas 5 tahun orientasi tuntutan akademik berpusat pada teman. Terjadi perubahan kognisi, sosial dan psikomotor, yang berdampak pada bertambahnya kegiatan dan aktivitas fisik anak.

Menyediakan makanan sehat pada anak usia sekolah  harus dilakukan dengan pendekatan rasional. Anak tidak lagi menerima begitu saja apa yang disediakan oleh orangtuanya. “Kita tidak bisa lagi mengatakan, ini nak, ayo makan. Di usia sekolah anak akan selalu bertanya, kenapa saya harus makan ini? Sediakan makanan sehat karena dengan mengonsumsi makanan sehat, anak akan mengetahui tentang dirinya jauh lebih baik,” jelas Vera. “Kalau anak malas beraktivitas, jangan buru-buru memanggil guru les untuk menambah jam belajarnya. Cek dulu kecukupan gizinya,” saran Vera.

Hari itu Artika Sari Devi membagi pengalamannya dalam menyediakan makanan bagi keluarganya. Ibu dua anak ini tidak kesulitan mengajak kedua anaknya untuk mengonsumsi buah dan sayur -  dua bahan makanan sumber vitamin dan mineral.

Upaya orangtua untuk menyiapkan makanan bergizi bagi keluarganya, didukung sepenuhnya oleh Nutriforce.  Produk yang menyasar anak usia sekolah melalui ibu ini adalah inovasi terbaru dari Minute Maid yang mengandung 11 kebikan gizi yang bermanfaat untuk membantu memenuhi sepertiga kebutuhan nutrisi harian anak.

“Nutriforce mengandung vitamin A untuk menjaga kesehatan mata, B1, B3 dan B12 untuk membantu pembentukan energy bagi anak. Sedangkan vitamin C dan E merupakan jenis antioksidan untuk membantu menjaga jaringan tubuh. Juga dilengkapi mineal kalsium, asam folat, dan zat besi. Zat besi yang merupakan komponen hemoglobin dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh akan membantu perkembangan kemampuan berfikir anak,” jelas Andrew Soendjojo, Marketing Manager Minute Maid. Nutriforce hadir dalam dua varian rasa, yaitu jeruk dan mangga. Menggunakan pemanis stevia, bebas bahan pengawet dan pewarna buatan.




[parenting.co.id]
Share on Google Plus

About Global Web

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar