Rasa Takut yang Biasa Dialami Anak dan Cara Mengatasinya (1)

Ilustrasi: solusiSehatku.com

KB TKIT HARAPAN BUNDA – Bagi anak-anak, ketakutan yang mereka rasakan biasanya bukan berupa takut kepada benda tertentu, melainkan lebih kepada rasa takut terhadap situasi. Beberapa macam rasa takut yang biasa dirasakan anak-anak adalah sebagai berikut.

Separation Anxiety

Ketakutan ini bersumber dari keengganan anak untuk berpisah dari orang tuanya atau orang terdekatnya, terutama ibu. Biasanya rasa takut ini akan terjadi pada fase tertentu dalam kehidupan seorang balita. Bisa jadi, tiba-tiba anak menjadi bersikap tidak mau di tinggal oleh ibu, padahal biasanya ia tidak pernah rewel ketika ibu harus meninggalkannya sementara. Misalnya, ketika ditinggal untuk pergi bekerja. Tiba-tiba, sekedar untuk pergi ke kamar mandi pun sulit karena si kecil tidak mau di tinggal.

Cara mengatasinya

Katakan pada anak bahwa ibu /ayah harus pergi bekerja, dan akan tiba di rumah setelah selesai. Karena anak kecil belum mengenal konsep waktu, cocokkan jadwal tiba di rumah dengan kegiatan anak. Misal, katakan bahwa ibu/ayah akan pulang ketika anak sedang mandi sore.

Takut Masuk Sekolah

Ketika memasuki usia sekolah, seorang anak kerap merasa takut karena ia akan berada di lingkungan yang baru. Karena tidak semua anak mudah beradaptasi, berkaitan dengan karakter dasar mereka sendiri. Itu sebabnya kadang tidak mudah untuk melepas balita memasuki TK atau playgroup. Belum lagi, pihak orang tua kerap merasa cemas untuk melepas anaknya di sekolah karena takut anaknya mengalami celaka ketika bermain dengan anak lain.

Cara mengatasinya

Orang tua dapat memilih sekolah yang sudah terbukti menerapkan pengawasan maksimal kepada anak-anak jika merasa khawatir akan keadaan anak di sekolah nantinya. Juga selalu tekankan kepada anak untuk selalu berada di dekat guru, dan tidak bermain dengan kekuatan fisik yang bisa membuatnya atau temannya celaka.

Takut Sendirian

Hal ini sangat wajar dialami oleh anak karena mereka sangat terbiasa didampingi oleh orang tua atau orang terdekat. Ketika merasa sendirian, anak akan merasa takut dan tidak aman. Contohnya, ketika bangun tidur dan mendapati ibu tidak ada di dekatnya, sebagian anak akan langsung mencari ibu dan mungkin saja menangis karena takut sendirian.

Cara mengatasinya

Lepas anak secara bertahap agar ia perlahan mulai terbiasa mandiri. Sebelum tidur, katakan bahwa kalau ia bangun nanti, ibu akan ada di luar kamar, jadi tidak perlu menangis dan merasa takut. Tekankan kepada anak untuk bangun dan mencari ibu dengan tertib.

Takut Gelap

Takut pada tempat gelap masih menjadi masalah bagi sebagian besar orang dewasa, terlebih lagi pada anak kecil. Anak bisa menjadi takut gelap bisa jadi karena pernah ditakut-takuti, atau merasa tidak aman berada di tempat yang tanpa cahaya. Sehingga mereka membayangkan hal yang menyeramkan ketika berada di tempat gelap. Pada sebagian anak bahkan merasa takut kepada bayangannya sendiri karena merasa selalu diikuti bayangannya tersebut.

Cara mengatasinya

Biarkan anak tidur dengan lampu menyala selama yang dia inginkan untuk beberapa lama. Setelah itu, mulailah untuk mengurangi waktu menyalakan lampu sedikit demi sedikit, sampai anak terbiasa dengan gelap. Atau nyalakan lampu tidur yang cahayanya minim bila anak masih tidak mau tidur dalam gelap.

Takut Orang Asing

Rasa takut anak kepada orang asing merupakan suatu yang wajar karena pada tahun-tahun awal kehidupannya, karena mereka hanya mengenal orang tua dan keluarga dekat yang sering dijumpai. Saat masih bayi sampai beberapa tahun awal biasanya anak belum begitu mengenal rasa takut kepada orang asing, sehingga masih mau digendong oleh siapa saja. Ketika anak mulai mengenali mana orang tuanya dan mana orang yang jarang dilihatnya, pada saat inilah akan mulai muncul ketakutan anak kepada orang asing.

Cara mengatasinya

Selalu ajak anak untuk berkenalan dengan orang baru, misalnya dengan anak tetangga, anak teman orang tua, dan saudara serta kerabat lain yang belum dikenal anak. Tentu saja jangan lupa untuk menekankan kepada anak agar bisa membedakan mana orang asing yang harus dihindari, dan mana yang tidak berbahaya.


Takut Dokter

Bagi anak kecil, dokter seringkali diasosiasikan dengan suntikan. Hal ini dikarenakan ketika bayi/anak dibawa ke dokter untuk mendapatkan imunisasi. Atau merasa takut karena anak tidak tahu apa yang akan dialaminya ketika di ajak ke dokter, sehingga membayangkan bahwa ke dokter adalah kegiatan yang menyakitkan dan membuatnya tidak nyaman. Bisa juga karena dokternya tidak bersikap ramah kepada anak-anak.

Cara mengatasinya

Ajak anak ke dokter yang terkenal ramah kepada anak dan memiliki banyak mainan di tempat prakteknya untuk mengalihkan perhatian anak dari ketakutannya tersebut. Atau bisa juga mengajak anak untuk bermain doktek-dokteran dengan membelikan anak set mainan dokter, dengan begitu anak akan punya gambaran mengenai apa sebenarnya yang dilakukan seorang dokter.




[dokteranak.org]
Share on Google Plus

About Global Web

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar