Obat Demam Anak (Bagian 2-Habis)


KB TKIT HARAPAN BUNDA – Obat demam anak adalah jenis obat yang harus selalu ada dalam kotak persediaan obat di rumah anda. Sebagai orang tua kita harus selalu bersiaga jikalau anak kita mendadak demam. Apalagi jika demam terjadi pada malam hari, tentu kita akan kesulitan jika kita tidak mempunyai persediaan obat demam. Memang saat ini sudah bertebaran apotek-apotek yang beroperasi 24 jam. Namun ini hanya ada di kota besar! Lagipula jika kita hanya sendiri, tentu sangat merepotkan jika harus mengajak anak membeli obat demam, apalagi sampai harus meninggalkannya di rumah sendirian sementara kita membeli obat di apotek.


MEMILIH OBAT DEMAM ANAK : PARACETAMOL, IBUPROFEN ATAU ASPIRIN?

Anda bisa menggunakan obat-obat yang mengandung acetaminophen (paracetamol) atau ibuprofen. Berbagai merk sediaan yang mengandung obat paracetamol (misalnya sanmol), dan sediaan yang mengandung obat ibuprofen (misalnya proris) telah tersedia di pasaran.

Jika anak anda berusia di bawah 16 tahun, jangan menggunakan obat yang mengandung aspirin. Karena adanya potensi terjadinya sindrom reye (penyakit serius yang terkait dengan penggunaan aspirin atau salisilat lainnya pada anak-anak selama episode infeksi virus atau bakteri). Obat ini juga dikenal dengan nama acetosal (acetyl salicylic acid).


PARACETAMOL OBAT DEMAM ANAK PILIHAN PERTAMA

Secara umum merk sediaan obat penurun panas yang mengandung paracetamol lebih baik dibandingkan ibuprofen jika digunakan untuk anak-anak. Paracetamol memiliki efek samping yang lebih sedikit jika dibandingkan ibuprofen dan aspirin, sepanjang digunakan pada dosis terapi yang tepat.

Efek sampingnya berupa gangguan saluran pencernaan bisa diatasi dengan menggunakan obat setelah makan. sedangkan efek samping paracetamol berupa gangguan fungsi hati dapat terjadi hanya jika dipakai dalam dosis yang relatif besar (> 4 gram/hari).

Paracetamol memiliki efek samping yang lebih sedikit dibandingkan obat demam yang lain karena obat ini memiliki mekanisme aksi yang sedikit berbeda. Seperti diketahui paracetamol bekerja dengan cara menghambat kerja enzim cyclooxygenase (COX). Enzim COX berperan pada pembentukan prostaglandin yaitu senyawa penyebab nyeri. Dengan dihambatnya kerja enzim ini, maka jumlah prostaglandin pada sistem saraf pusat menjadi berkurang sehingga respon tubuh terhadap nyeri berkurang. Hal ini juga menyebabkan kacaunya termostat di hipotalamus set-point di pusat pengendali suhu tubuh di otak sehingga menghasilkan efek penurunan suhu tubuh.

Enzim cyclooxygenase (COX) terdiri dari COX-1, COX-2,COX-3. Paracetamol spesifik bekerja pada enzim COX-3, tidak pada COX-1 atau pun COX-2. Dengan tidak menghambat COX-1, efek paracetamol sebagai anti radang sangat kecil dibandingkan ibuprofen atau aspirin. Namun, karena tidak menghambat COX-1, efek samping paracetamol berupa gangguan lambung lebih kecil daripada obat demam yang lain. Hal ini terjadi karena paracetamol tidak mempengaruhi produksi prostaglandin jaringan yang dibutuhkan untuk melindungi mukosa lambung.

Dibandingkan aspirin paracetamol tidak memiliki efek mengencerkan darah. Tidak juga menyebabkan terjadinya syndrom Reye.

Berdasarkan alasan-alasan tersebut maka dibandingkan ibuprofen dan aspirin, paracetamol adalah obat demam anak terbaik.


APA YANG HARUS DIPERHATIKAN SAAT MENGGUNAKAN OBAT DEMAM PARACETAMOL?

Meskipun paracetamol dikatakan sebagai obat demam anak terbaik, anda tetap harus menggunakannya sesuai dengan dosis dan aturan pakai yang benar. Berikut ini beberapa hal yang harus anda perhatikan :
  • Jika anak anda menderita penyakit asma, waspadai kemungkinan memburuknya penyakit tersebut saat menggunakan paracetamol.
  • Jangan menggunakan obat ini melebihi dosis yang dianjurkan, karena paracetamol bisa menyebabkan kerusakan hati terutama jika penggunaanya melebihi dosis terapi yang benar.
  • Meskipun efeknya terhadap perdarahan lambung relatif lebih kecil daripada obat-obat golongan NSAID (seperti ibuprofen dan aspirin), ada baiknya obat ini dikonsumsi setelah makan.
  • Jika anak anda memiliki gangguan fungsi hati dan ginjal, anda harus memberikan perhatian lebih atas penggunaan obat ini. Jika diperlukan tes fungsi hati atau ginjal bisa anda lakukan.
  • Paracetamol memiliki interaksi dengan obat-obat lai, misalnya : Metoclopramide meningkatkan efek analgetic paracetamol. Carbamazepine, fenobarbital dan fenitoin meningkatkan potensi kerusakan hati. Kolestiramin dan lixisenatide mengurangi efek farmakologis paracetamol. Paracetamol meningkatkan efek koagulansi Antikoagulan warfarin sehingga meningkatkan potensi resiko terjadinya perdarahan.


Dengan berbagai ulasan di atas, sejauh ini pilihan sebagai obat demam anak terbaik jatuh kepada paracetamol, kecuali atas pertimbangan-pertimbangan tertentu, misalnya kondisi penyakit, penggunaan obat-obat lain (interaksi), atau adanya riwayat hipersensitif/alergi obat paracetamol.






[farmasiana.com]
Share on Google Plus

About Global Web

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar