Refleksi Idul Fitri oleh Elly Risman


KB TKIT HARAPAN BUNDA – Ayah dan Bunda yang disayangi Allah, ita berharap juga agar di tahun-tahun mendatang kita dikaruniai kejernihan fikir dan hati yang lebih khusyuk, sehingga kita semakin takwa kepada Allah. Ibadah dan amalan semakin sempurna, ilmu yang kita peroleh lebih luas dan bermanfaat serta insha Allah dikayakan Allah dengan rezeki yang halal dan thayyib, serta yang tak kalah pentingnya, semoga Allah mengizinkan kita untuk meningkatkan kualitas pengasuhan anak anak kita.

Untuk itu marilah kita tidak menunggu anak meminta maaf, akan tetapi kita memberanikan diri terlebih dahulu meminta maaf kepada anak-anak kita dari dosa-dosa dan kesalahan atau kekeliruan pengasuhan yang dilakukan selama ini.

Katakan kepada mereka bahwa ayah dan bunda punya sejarah masa lalu yang belum sempat semuanya terselesaikan, ayah dan bunda mungkin tidak punya contoh yang baik atau ilmu yang memadai untuk menghadapi tantangan zaman dalam membesarkan kalian dan.. selalu tergesa gesa!

Oleh sebab itu ayah bunda minta maaf, ya nak, untuk semua yang kurang menyenangkan selama ini.

Marilah kita sama-sama berdoa agar Allah mengizinkan ayah dan bunda sanggup berjanji pada diri sendiri, mulai setelah lebaran ini insha Allah akan menjadi ayah dan bunda yang lebih baik, lebih sabar dan penyayang serta lebih memiliki kemampuan untuk mengerti juga memahami kalian, ya nak. Kita harus bekerja sama untuk mewujudkannya ya.

Ayah Bunda, meminta maaf itu sangat penting, karena pertama akan menurunkan emosi negatif, kedua anak jadi belajar "... Oh kalau salah harus minta maaf ya..." Sehingga, Insya Allah, ke depan, apakah mereka sebagai suami istri, ayah dan ibu atau sebagai sesana teman, mereka tidak berat dan gengsi untuk meminta maaf bila melakukan kesalahan atau kekeliruan. Kalau kita menemukan ada orang yang sulit meminta maaf padahal sudah jelas-jelas salah, mungkin dulu karena orangtuanya tidak pernah minta maaf kepada mereka.

Setelah Hari Raya ini saya menghimbau diri saya dan juga menghimbau Ayah Bunda untuk kita lebih fokus memenuhi tujuan utama pengasuhan kita, yaitu menghasilkan anak-anak yang lebih taqwa. Memiliki anak-anak yang taqwa Insya Allah akan meningkatkan derajat kita sbg orang tua. Mungkin pangkat bisa dibeli, namun derajat hanya Allah lah yang bisa beri. Karena sesungguhnya anak anak kita adalah "masa depan" kita, di dunia ini maupun di akhirat nanti. 

Sehubungan dengan selesainya Ramadhan ini, yuk kita ajak anak kita untuk mensyukuri segala sesuatu yang sudah kita miliki dan yang bisa kita capai sepanjang tahun yang lalu. Syukur adalah akhlak pertama dari seorang muslim. Allah sangat sayang pada orang yang pandai bersyukur, sehingga Dia menjanjikan akan menambahkan kenikmatanNya, dan orang-orang yang tidak pandai bersyukur akan sangat menderita karena mereka tidak merasakan kenikmatan memiliki atau mendapatkan sesuatu.

Di hari yang bahagia ini, anak-anak akan bertemu banyak saudara atau sepupu-sepupu mereka. Alangkah indahnya kalau kita memulai sebuah budaya baru dengan tidak menanyakan pada ponakan-ponakan kita hanya prestasi akademis semata, tapi kita memberikan penghargaan atas keberhasilan-keberhasilan yang lebih menyangkut hal-hal yang spiritual atau psikologis sifatnya. Bagaimana anak memiliki akhlak yang lebih baik: suka menolong, pandai menyapa, bertimbang rasa dan hal-hal yang seperti itu lainnya.

Penting juga untuk kita belajar untuk memvalidasi anak-anak kita dengan 3P yaitu Penerimaan, Penghargaan dan Pujian. Kita terima anak kita apa adanya, lebih dan kurangnya tak perlu dibanding-bandingkan dengan siapapun.

Kita hargai apa yang bisa mereka lakukan dan yang bisa mereka capai. Jangan pelit dengan pujian bila anak memang pantas menerimanya. Nikmatilah bukan hanya binar mata, tapi juga pancaran hatinya yang turut berbinar lewat ekspresi wajahnya. Kalau bukan kita yang menghangatkan jiwanya, lalu siapa lagi?

Terakhir, Ayah Bunda, mari kita teruskan melatih anak-anak kita untuk menahan diri dari keinginan tanpa batas atas segala sesuatu, agar mereka tetap dalam lindungan Allah dari bencana zaman, karena ditanganNya jua letak segala kekuasaan dan segala perlindungan.

Selamat berbahagia Ayah Bunda, setelah ibadah dan beramal yang mulia. Semoga selalu disayang Allah.

"Menyelamatkan satu anak sama dengan menyelamatkan kemanusiaan."



Oleh Elly Risman
Direktur, Psikolog, dan Trainer Yayasan Kita dan Buah Hati
Share on Google Plus

About Global Web

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar