Mengenalkan Budaya Membaca Kepada Anak


KB TKIT HARAPAN BUNDA – Dalam konteks tingkat kemampuan membaca, Indonesia masih menempati urutan ke 57 dari 65 negara yang diteliti! Ironisnya lagi, kita sudah memasuki era digital, yang mana semua anak zaman sekarang sudah mengetahui tentang teknologi atau gadget. Sehingga, anak pun lebih sering menonton video dibandingkan membaca.

Banyak orang menganggap kemampuan membaca dan menulis bukanlah suatu prestasi, seakan-akan kemampuan tersebut datang dengan sendirinya di usia sekolah.

Padahal, sangat jelas kemampuan literasi kita masih sangat tertinggal jauh dibandingkan negara lain. Literasi seharusnya menjadi budaya kita dan generasi penerus dalam menghadapi tantangan masa depan.

Seperti yang diungkapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy, ditetapkannya Undang-Undang (UU) Sistem Perbukuan adalah untuk menjamin ketersediaan buku bermutu, murah, dan merata baik buku umum maupun buku pendidikan.

Karena, memiliki budaya literasi yang baik merupakan salah satu ciri bangsa yang cerdas, dan mampu memaknai dan memanfaatkan informasi secara kritis untuk meningkatkan kualitas hidup.

Tak ada alasan lagi untuk berkata mahal untuk buku, sudah saatnya kita dobrak kebiasaan buruk yang selama ini kita biarkan pada anak kita. Tanpa kita sadari, kemampuan literasi juga dapat mendorong prestasi anak di sekolahnya maupun bersaing secara global.

Nah, sekarang tinggal bagaimana peran orang tua dalam mengenalkan budaya baca kepada anak dengan buku-buku yang menarik.

Apalagi, sekarang sudah ada buku murah yang difasilitasi oleh pemerintah, paling tidak agar anak tak melulu berhubungan dengan gadget setiap waktu.

Jangan pernah bosan memberikan buku yang kaya akan wawasan kepada anak.

Mengenalkan budaya membaca kepada anak bisa Anda lakukan dengan beberapa hal di bawah ini:

  1. Biasakan membacakan buku sebelum anak tidur sejak dini. Kebiasaan ini mendorong anak untuk mulai mencintai buku.
  2. Arahkan anak dengan gadget-nya untuk belajar membaca lewat e-book. Anda bisa terapkan bermain sambil belajar, sehingga anak dapat mudah menangkap isi bacaan.
  3. Jangan memaksa anak yang selalu kesulitan membaca atau menangkap isi bacaan, karena hal tersebut hanya membuat anak tidak percaya diri dan makin sulit membaca.
  4. Ajak ke perpustakaan dan toko buku. Saat ini sudah banyak perpustakaan yang menarik untuk anak, bukan? Biarkan anak memilih buku kesukaannya, baru kemudian tambahkan buku-buku yang menurut Anda penting untuk anak.
  5. Biarkan anak mencorat-coret di atas kertas, sambil ia belajar menulis.
  6. Jadilah contoh bagi anak. Bacalah buku, apa pun yang Anda suka, anak akan meniru.




    [parenting.co.id]
    Share on Google Plus

    About Global Web

    This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

    0 komentar:

    Posting Komentar