Anak Harus Kuat Dibully (Siapkan Anak Menerima Bully dan Mengubahnya Jadi Langkah Positif)


KB TKIT HARAPAN BUNDA – "Anak harus kuat di-bully dan bisa menghadapi dengan perkasa" ujar suami saya. Akhirnya, itu tekad saya dan menjadi bahan ajar di sekolah. Sebab bully tidak mengenal pilih kasih. Semua anak akan mengalami bully baik secara langsung atau tidak.

Anak gemuk, akan di-bully si gendut. Anak berkulit gelap, akan di-bully item. Anak memiliki keterbatasan fisik, akan dihina. Anak terlalu aktif, akan tetap di-bully. Ada banyak alasan terjadinya bullying. 

Bahkan, saya menemukan pengalaman yang di-share beberapa korban bully. Terlalu cantik, di-bully! Terlalu pintar, di-bully! Terlalu agamis, di-bully!

Nah, ada banyak alasan untuk dapat bully dari orang-orang di sekeliling kita.

Bully bisa mematahkan semangat anak, jika mereka tidak dipersiapkan untuk kuat menghadapinya. Bagaimana mengajarkan anak menerima bully dengan positif?


  1. Jadilah tempat hangat menerima curhat anak yang di-bully. Kalau mereka menangis, biarkan mereka menangis untuk melegakan hatinya.
  2. Sampaikan kebenaran bahwa dunia ini tidak hanya diisi orang baik tapi juga ada orang yang "belum baik" atau jahat sehingga mereka akan menerima bentuk perlakuan dengan lebih siap
  3. Edukasi bahwa mereka harus selalu positif menerima apapun apa komentar orang, misalnya pagi ini Ammar yang baru saja sembuh dari cacar bertanya, "Masuk SD nanti wajahku masih bintik-bintik hitam, malu nggak ya? kalau ada yang ngatain aku gimana?" dan saya menjawab, "Justru dengan wajah bintik-bintik kamu bisa bilang ke temenmu mengenai cacar. Katakan pada mereka bahwa cacar akan kena pada siapa saja dan kasih tahu cara mereka menghadapi cacar" Ammar mengangguk-angguk.
  4. Ajarkan mereka melawan jika sudah keterlaluan bully-nya, bukan dengan bersembunyi dan bersedih, "Melawan itu akan membuat mereka takut, kalau kamu menangis mereka akan semakin mem-bully."
  5. Katakan bahwa "kasihanilah yang membully karena bisa jadi mereka tidak paham bahwa bully itu tidak baik atau mungkin mereka sebenarnya lebih buruk dibandingkan kita. Tugasmu adalah melangkah terus."
  6. Buka mindset anak bahwa mereka istimewa terlepas dari kekurangan yang mereka miliki. Mereka terlahir sebagai bintang dan sampai kapanpun akan menjadi bintang.
  7. Ubah bully sebagai pembuktian yang positif. Ketika seorang anak mengatakan pada saya bahwa dia di-bully karena rumahnya sempit, maka saya mengatakan: "Artinya kamu harus jadi anak hebat yang kelak bisa memiliki rumah lebih besar dari sekarang!" biarkan anak memiliki tekad untuk mengubah hal negatif menjadi hal positif.

Selamat menjadi ibu yang hebat untuk mencetak anak yang kuat.



Sumber: Facebook Indari Mastuti
Share on Google Plus

About Global Web

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar