Waspadai Angpau Lebaran Anak-anak

KB TKIT HARAPAN BUNDA - Siapa sih yang tidak suka diberi angpau lebaran? Sepertinya hampir semua orang suka ya diberi angpau lebaran.

Anak-anak bisa dikatakan orang paling bahagia dan mendadak kaya raya saat lebaran. Tapi, apakah keberadaan angpau lebaran patut diwaspadai? Sepertinya, selain harus waspada, orang tua juga harus cerdas dalam mengambil solusi.

Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diwaspadai terkait angpau lebaran anak-anak beserta solusinya.


1.Tingkat konsumerisme anak menjadi lebih tinggi

Hal ini tidak dapat dihindari lagi karena uang yang diperoleh anak-anak jauh lebih besar dari uang jajan harian mereka. Alhasil anak-anak kalap dan ingin membeli segala rupa mulai dari makanan, mainan, bahkan mungkin dipakai untuk hal-hal yang bagi orang tua dianggap tidak penting. Anak-anak menganggap itu uang mereka ya bagaimana mereka. 

Jika hal di atas terjadi, coba beri pengertian kepada anak mengenai skala prioritas, sifat hemat, aktivitas menabung serta beramal. Dengan skala prioritas anak belajar memanfaatkan uang yang diperoleh untuk keperluan sangat penting terlebih dahulu. Jangan lupa bantu anak untuk menentukan hal apa yang termasuk keperluan sangat penting beserta budgetnya. Jika ada lebihnya arahkan anak untuk menabung dan beri pengertian bahwa tabungannya akan bermanfaat kelak. Jangan lupa juga untuk mengingatkan pentingnya beramal dan beri pengertian bahwa di dalam rezeki kita juga ada rezeki orang lain. 


2. Terjadi kecemburuan antar satu anak dengan yang lainnya

Momen yang paling seru biasanya saat menghitung angpau lebaran yang didapat. Antara satu anak dengan yang lain saling membandingkan jumlahnya dan tak jarang terjadi kecemburuan. Padahal perbedaan jumlah juga terkadang terpengaruh dari usia sang anak. Misalnya jumlah yang diberikan kepada anak SD lebih kecil dari yang diberikan kepada anak usia SMP. Maksudnya sih supaya adil, tapi anak-anak menangkapnya lain.

Solusinya adalah biasakan anak untuk mengetahui kebutuhan sesuai usianya. Anak usia SD keatas biasanya sudah bisa diberi pengertian. Pengertian ini sebaiknya disampaikan secara perlahan dan bertahap dan tidak hanya pada saat lebaran. Pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari akan terbawa pada saat suasana lebaran.


3. Anak menjadi ketakutan uangnya hilang

Saking senangnya mendapatkan uang banyak dan banyak rencana yang mereka pikirkan mengenai penggunaan unag yang didapat, anak menjadi takut uangnya hilang atau berkurang. Bagi yang sudah mengerti nilai uang, kurang sedikit saja pasti mereka tahu. Sedangkan bagi yang belum mengerti nilai uang tapi sudah mengerti warna uang, hilangnya 1 warna uang pun mereka akan tahu. Tidak percaya? Nanti bisa dibuktikan sendiri ya.

Hal ini bisa diatasi dengan orang tua menawarkan bantuan sebagai agen penitipan uang. Yakinkan anak bahwa dengan dititipkan pada orang tua uang mereka aman. Selain membuat anak-anak tenang, orang tua juga bisa memantau arus keluar masuknya uang angpau lebaran.


4. Kesalahan presepsi mengenai nilai mata uang

Bagi anak yang belum mengerti nilai uang, menghitung jumlah biasanya hanya dari banyak lembarannya saja. Uang 2 ribu sebanyak 5 lembar kan lebih banyak dari pada uang 10 ribu sebanyak 1 lembar. Jadi semakin tebal lembaran yang didapat bisa diartikan itu lebih banyak.

Naah, hal seperti ini mungkin bisa dijadikan pembelajaran bagi anak-anak untuk mengenal nilai mata uang, terutama bagi anak usia TK. Sederhananya kita bisa membantu melalui warna mata uang dan angka atau gambar yang tertera pada uang. 


5. Anak menjadi penagih atau meminta

Karena kegiatan berbagi angpau lebaran ini pada umumnya dilakukan rutin setiap tahun, maka anak-anak yang pernah mendapatkan angpau lebaran di tahun sebelumnya berani menagih atau meminta angpau kepada orang yang tahun sebelumnya memberi mereka. Mungkin kita bisa saja memaklumi tingkah polah anak tersebut. Tapi akan lebih baik jika anak-anak diingatkan untuk tidak melakukan hal tersebut.

Selain kurang sopan, anak-anak juga sebaiknya diberi pengertian bahwa kebiasaan meminta sebaiknya dihindari. Angpau lebaran adalah rezeki yang diperoleh dari Alloh melalui orang yang memiliki kelebihan rezeki. Kondisi tersebut tidak akan sama setiap tahunnya. Maka dari itu bersyukurlah jika mereka mendapatkannya dan jangan meminta atau menagih jika mereka tidak diberi.


6. Angpau lebaran dipakai oleh orang tua

Hal ini mungkin jarang terjadi, tetapi tetap ada kemungkinan tersebut. Misalnya, orang tua meminjam angpau lebaran yang dititip sang anak karena keperluan mendesak. Biasanya sih, kondisi uang yang masih baru, halus dan kinclong membuat orang tua tergoda untuk memakainnya terlebih dahulu untuk berbagi kepada anak lain.

Jika memang niatnya meminjam, jangan lupa dikembalikan. Jadilah orang tua yang amanah atas kepercayaan anak-anak kita.


Semoga angpau lebaran anak-anak kita nanti diperoleh dengan cara yang baik dan dapat dimanfaatkan dengan baik pula. 



Sumber: Ummi Online
Share on Google Plus

About Global Web

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar