Anak Bisa Dilatih Belanja Bijak Sejak Dini, Ini Caranya!


KB TKIT HARAPAN BUNDA - Pada usia sekitar 5-6 tahun, anak mulai mengembangkan keterampilan kognitif dasar yang diperlukan untuk memahami konsep-konsep keuangan dasar. Di antaranya mengidentifikasi koin, menghitung sejumlah uang untuk membeli barang yang mereka inginkan,dan mengetahui perubahan uang dengan nominal yang besar menjadi pecahan.

Mengenalkan nilai uang pada anak, selain untuk memperkuat dasar-dasar finansial mereka, juga memiliki manfaat lain. Menurut Janet Bodnar, penulis buku Dollars & Sense for Kids (Kiplinger Books), “Jika anak-anak belajar cara membelanjakan uang dengan bijak dan mampu menunda kepuasan, mereka akan mengembangkan kesabaran dan terampil merencanakan hal-hal lain dalam kehidupan mereka.”

Untuk meningkatkan kecerdasan keuangan anak, gunakan strategi ini:

1. Jelaskan bagaimana uang bekerja
Jelaskan pada anak bahwa ATM bukanlah mesin pencetak uang. Sedangkan bank ibarat celengan raksasa tempat Anda menyimpan uang untuk bisa diambil sewaktu-waktu melalui mesin ATM . Ketika uang di akun bank Anda habis, maka tidak akan ada uang lagi sampai atasan mengirimkan gaji pada waktu yang telah ditentukan. Si kecil juga harus memahami bahwa jika uang habis, Anda tidak dapat membeli apa pun yang ia inginkan. 

2. Latihan belanja dengan bijak
Bantu anak berlatih menukar uang dengan barang-barang yang ingin ia beli. Misalnya, harga pensil Rp7.500, harga penghapus Rp5.000, harga es krim Rp10.000. Kemudian serahkan selembar uang Rp20.000 padanya. Katakan bahwa ia dapat membeli dua di antara tiga benda itu. Tapi tidak dapat sekaligus tiga. Biarkan ia memilih.

3. Sedikit uang saku
Saat memberikan uang pada anak, katakan bahwa uang itu harus cukup untuk ia jajan. Lain kali saat Anda pergi belanja, katakan pada anak untuk membawa uang jika dirasa ia akan membeli sesuatu. Jika uang yang ia punya tidak cukup, ia harus menunggu sampai mendapatkan uang saku yang berikutnya.
Untuk barang yang bernilai besar, seperti mainan, bantu si kecil mengatur keuangan. Misalnya, berapa banyak uang yang perlu ia kumpulkan setiap minggunya. Berikan juga si kecil celengan bening. Kenapa bening? Karena ia dapat melihat uangnya terus tumbuh dan berkembang. Jangan lupa juga menyisihkan sebagian untuk amal.

4. Bayar sendiri ke kasir
Saat anak berbelanja, bantu ia menghitung uang yang akan ia bayarkan. Kemudian, biarkan ia sendiri yang menyerahkannya ke kasir.

5. Cara mendapatkan uang ekstra
Beri tahu anak bahwa ia bisa juga meningkatkan jumlah uangnya dengan usaha ekstra. Buatlah daftar pekerjaan yang dapat anak lakukan di luar tugas-tugas rutin. Misalnya, membantu membersihkan rumput di halaman, merapikan rak buku yang berdebu. Sebutkan juga nominal yang akan Anda berikan untuk pekerjaannya itu. source : www.parenting.co.id
Share on Google Plus

About Global Web

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar