Memilih Sekolah yang Baik untuk Anak

Gambar: bangkutaman.com

KB TKIT HARAPAN BUNDA - Memilih sekolah untuk anak merupakan hal yang penting, karena akan membentuk pula pola pendidikan anak kita nantinya. Tetapi, bagaimana cara memilih sekolah yang baik? Tips berikut diambil dari laman Facebook AYAH EDY Parenting.

1. Perhatikan baik-baik mulai kita datang dan bertanya informasi apakah disambut dengan baik, ramah, dijelaskan dengan sabar; atau malah sebaliknya tidak ada yang menyapa, tidak ramah, tidak paham info dan di pimpong kesana kemari.

Itu artinya secara sistem dan kesiapan sekolah dan sumber dayanya masih berantakan dan tidak terkordinasi dengan baik; itu akan sangat berdampak pada anak saat proses belajar mengajar berlangsung. Jika gurunya tidak ramah pada kita saat itu, bisa dipastikan banyak guru yang tidak ramah, tidak sabar pada saat mengajar anak kita disekolah.

2. Pada saat kita bertanya tentang sekolah, apakah sekolah meminta komitment pada orang tua, jika perlu dalam bentuk resmi ditandatangani untuk mengajak orang tua bekerja sama dalam menyelesaikan masalah anak secara tuntas hingga ke rumah, atau lebih banyak membahas syarat-syarat administrasi pendaftaran dan biaya-biaya yang harus dibayarkan?

Itu artinya sekolahnya lebih fokus pada administratif dan keuangan daripada ke anak didiknya dan proses pendidikannya. Sekolah semacam ini biasanya terlihat mentereng dan keren tapi muridnya banyak mengalami masalah dan tertekan.

3. Apakah banyak tukang jualan makanan yang tidak jelas di depan sekolah, atau memiliki kantin sendiri atau anak malah dianjurkan membawa bekal dari rumah?

Jika sekolah membiarkan banyak tukang jualan makanan dan anak dibolehkan membelinya berarti sekolah tersebut tidak peduli pada kesehatan anak kita terutama pada makanan yang berpotensi mengandung racun atau bahkan narkoba (zaman sekarang banyak gula-gula yang disisipi narkoba, seperti berita-berita investigasi di TV).

4. Pergilah ke kantin sekolah tersebut saat anak-anak istirahat dan makan disana; perhatikan apa obrolan mereka, apakah mereka menggunakan kata yang halus dan sopan atau sebaliknya; dan bagaimana mereka bergaul di sana, apakah lebih banyak memuji atau mengejek atau malah "nge-gank" dan tidak membaur saat makan. Jika anak membicarakan hal-hal negatif dan melakukan hal-hal negatif itu artinya prilaku itulah yang nanti akan ditularkan pada anak kita dan dibawa pulang kerumah. Artinya sekolah kurang peduli pada perkembangan akhlak anak.

5. Pergilah ke toiletnya setelah lihat kelasnya. Apabila toiletnya kotor dan bau; jelas bahwa sekolah tersebut tidak peduli pada kebersihan. Toilet adalah ukuran kebersihan sekaligus barometer kepedulian dari pihak pengelola terhadap institusi yang dipimpinnya.
Share on Google Plus

About Global Web

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar