Permainan Balita menurut Teori 8 Kecerdasan

Sejak balita, anak biasanya sudah menunjukkan minat dan bakat pada hal tertentu. Kita juga kerap mengenalkan anak pada benda-benda baru agar anak mempelajari ilmu baru, termasuk memasukkan anak ke berbagai les yang sesuai minatnya. Sebagaimana yang kita tahu, Howard Gardner, psikolog berkebangsaan AS, memperkenalkan teori kecerdasan ganda di mana kecerdasan dibagi menjadi 8 jenis. Dengan teori ini, Einstein yang berbakat di bidang sains dan logika, juga Mozart yang berbakat di bidang musik dapat dikatakan merupakan orang yang sama-sama cerdas dan berbakat. Setiap balita dapat memiliki lebih dari satu kecerdasan. Kita sebagai orang tua yang mengembangkan masing-masing kecerdasan dengan memilih permainan balita yang tepat.

Permainan balita ini dapat ditemukan dan dilakukan di rumah dalam bentuk sederhana, bahkan mungkin kita sudah sering melakukannya sehari-hari. Tidak perlu berbentuk mainan mahal, permainan balita ini justru bisa didapat dari lingkungan sosial. Berikut jenis permainan balita yang dimaksud berdasar teori kecerdasan ganda Gardner.

1. Kecerdasan Bahasa/Linguistik

Bacakan cerita kepada anak. Dengan cara ini, kita akan memperbanyak perbendaharaan kata balita sejak dini. Bila anak sudah mengenal huruf, misal anak prasekolah, permainan scrabble juga dapat membantu mereka mengenal kosa kata baru.

2. Kecerdasan Logika/Matematika

Ajak anak berhitung. Tentu dimulai dari perhitungan yang sangat sederhana dengan penambahan dan pengurangan. Dorong juga mereka untuk mengenal angka dengan menyebutkan angka satu-persatu.

3. Kecerdasan Visual/Spasial

Permainan balita untuk mengembangkan kecerdasan ini salah satunya adalah menggambar untuk balita. Kenalkan mereka pada berbagai bentuk dan warna. Setelah anak sudah dapat memegang pensil dan alat tulis lain, bimbing tangannya untuk ikut menggambar, mewarnai, menggunting, dan menempel.

4. Kecerdasan Musikal

Tentu saja hal yang paling mudah kita lakukan adalah mengajak ananda bernyanyi. Mendendangkan senandung sebelum balita tertidur juga membantu mereka mengenal nada. Selain itu, kenalkan anak pada berbagai alat musik dan bunyinya yang berbeda-beda.

5. Kecerdasan Kinestetik

Gambarkan bagian-bagian tubuh kemudian perkenalkan kepada anak. Ajak anak bermain dengan balok bongkar pasang. Sebab, kinestetik berkenaan dengan gerak tubuh, perkenalkan juga anak dengan olahraga atau gerak tari.

6. Kecerdasan Naturalis

Permainan balita yang menunjang kecerdasan ini antara lain dengan mengajak anak bermain ke luar rumah untuk melihat tanaman dan hewan. Kita juga dapat membawa anak berlibur ke taman atau kebun binatang untuk mengajarkan kecintaan pada alam. Menaman bunga atau memelihara hewan di rumah juga bisa menjadi pilihan.

7. Kecerdasan Interpersonal

Untuk mengembangkan bakat interpersonal, biarkan balita berinteraksi dan bersosialisasi dengan teman sebayanya. Biarkan ia bermain permainan yang bisa dilakukannya bersama teman-teman lainnya. Dengan cara ini, ia akan memiliki kemampuan berkomunikasi dan menjalin hubungan sosial.

8. Kecerdasan Intrapersonal

Sesekali, biarkan balita asyik bermain sendiri dengan mainannya. Kecerdasan intrapersonal berkaitan dengan kemampuan kita memahami diri sendiri. Dengan membiarkan anak merasa “sendiri”, diharapkan mereka dapat menemukan cara bagaimana mereka merasa nyaman dan bahagia.

Berdasar teori kecerdasan ganda, anak cerdas bukan hanya ditentukan oleh nature (faktor keturunan dan nutrisi), namun juga nurture (pengasuhan). Oleh karena itu, kita sebagai orang tua hendaknya memberikan fasilitas dan kesempatan agar anak dapat mencari pengalamannya, salah satunya dengan memberikan permainan balita ini. Libatkan orang-orang di rumah untuk mengajak anak bermain, misal si kakak, kakek, nenek, atau pengasuh. Yuk, kembangkan kecerdasan dan bakat anak!
Sumber : abiummi.com
Share on Google Plus

About Global Web

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar