Mengajari Anak Cara Menjadi Diri Sendiri lewat 4 Hal

Harapan Bunda Semarang - Anak adalah salah satu karunia besar yang Allah titipkan sebagai rezeki pada kita. Tentu, tidak semua orang beruntung dapat menjadi orang tua. Namun, di balik itu, ada hal yang lebih penting dari memiliki seorang anak, yaitu dapatkah kita menjadi orang tua yang amanah. Dapatkah kita membesarkan, menjaga, dan mendidik amanah itu agar tumbuh berkembang menjadi kebanggaan bagi dirinya sendiri dan keluarganya, baik di dunia maupun akhirat. Anak juga menjadi hiasan hidup seperti firman Allah dalam Q.S. Ali Imran ayat 14:

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).”

Agar dapat mencapai keindahan ini, kita harus dapat mengembangkan kepribadian anak ke arah positif, mendukung terciptanya akhlak yang mulia, dan memberikan pendidikan yang memadai. Salah satu yang kita patut perhatikan adalah mengajarkan anak cara menjadi diri sendiri dengan tujuan membuat mereka percaya akan kemampuan diri dan berkembang menuju prestasi gemilang yang membanggakan. Lalu, bagaimana mengajarkan anak cara menjadi diri sendiri?

1. Bantu Anak Menemukan Aktivitas yang Membuat Mereka Nyaman dan Senang

Kecerdasan anak berbeda-beda, ada yang berbakat dalam bidang kinestetik, musik, matematis, bahasa, hingga bakat dalam menjalin hubungan sosial. Dengan kecerdasan berbeda, minat anak juga akan beragam. Sejak dini, kebanyakan dari kita sudah mengenalkan anak pada banyak aktivitas, seperti menari, membaca, olahraga, atau bermain peran. Dari situ, kenalilah kecenderungan bakat anak. Selanjutnya, tugas orang tua adalah membantu anak menggali bakatnya lebih dalam dan tidak memaksakan sesuatu yang tidak mereka sukai hanya karena kita suka.

2. Setelah Menemukan Bakatnya, Tumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak dengan Pujian
cara menjadi diri sendiri 2

Di saat dewasa, kita masih kerap membandingkan apa yang kita miliki dengan orang lain. Begitupun yang terjadi pada anak, apalagi pergaulan mereka yang masih diwarnai oleh celoteh saling pamer dan unjuk kebolehan. Cara lain dalam mengajarkan anak cara menjadi diri sendiri adalah dengan meyakinkan mereka bahwa mereka memiliki keunikan masing-masing yang tidak boleh dianggap sepele. Misalnya, ketika anak berhasil menggambar atau mewarnai satu pola secara penuh beri penghargaan dengan mengatakan, “Wah, anak Ummi pintar sekali menggambarnya, sudah besar punya cita-cita melukis, ya?”

3. Biarkan Anak Melakukan Hal-Hal yang Dapat Dilakukannya secara Mandiri

Anak-anak memiliki sifat ingin dipercaya dan dianggap mampu melakukan tugas tertentu. Namun, terkadang sebagai orang tua kita kerap khawatir dan selalu ingin mendampingi anak dalam tugasnya. Malahan, kita juga sering kali melarang anak melakukan banyak hal karena pelbagai alasan.  Coba mengajarkan anak cara menjadi diri sendiri dengan membiarkan mereka melakukan banyak hal secara mandiri. Hal ini juga dapat membantu orang tua menemukan apa bakat dan kemampuan yang anak kuasai. Misalnya, tidur sendiri, meminta maaf lebih dulu, atau membuat susu sendiri.

4. Jangan Bandingkan Bakat Anak dengan Orang Lain dan Jangan Mencela Kekurangannya

Jika anak dianggap kurang berhasil atau berprestasi dalam satu hal, coba jangan langsung menilai mereka gagal dengan memarahi atau memprotes, apalagi membandingkan dengan anak lain. Dengan cara ini, anak akan mencari-cari kekurangan dan minder, lalu selalu merasa orang lain lebih baik dari dirinya. Daripada memarahi, lebih baik ajak anak mengevaluasi apa yang membuat mereka kurang di bidang tersebut, apakah mereka tidak memiliki minat atau justu pola pengasuhan orang tua yang kurang tepat. Ajak anak berbicara dari hati ke hati dan tetap berikan dukungan moral.

Tanggung jawab yang dipikul orang tua dalam membesarkan anak membuat posisi anak juga menjadi cobaan dari Allah. Kewajiban kita adalah menjalankan amanah itu dengan sebaik mungkin dan tetap berpegang teguh pada ajaran agama. Warnai tumbuh kembang anak dengan mengajarkan anak cara menjadi diri sendiri. Buat mereka bangga dengan bakatnya dan selalu mensyukuri bakat tersebut sebagai nikmat dari Allah.
Sumber : abiummi.com
Share on Google Plus

About Global Web

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar