10 Langkah Ini Mendidik Anak Berjiwa Wirausaha

Harapan Bunda Semarang - Saat ini, yang menjadi fokus utama orang tua adalah bagaimana anak mampu mempunyai nilai yang baik di bidang akademisnya. Menjejali berbagai kursus ketika anak tidak mampu mencapai batas nilai di bidang tertentu. Orang tua lupa bahwa ketika si anak sudah besar nanti ia harus mampu memenuhi kebutuhannya sendiri dan mencari uang sendiri. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mulai mengajarkan anak untuk mencari uang yang halal, misalnya berniaga. Sehingga, ilmu bisnis pun akan memberikan jejak positif bagi anak saat ia dewasa kelak.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan sebagaian besar sahabat beliau merupakan para wirausaha bahkan sang Nabiyullah telah memulainya di usia belia. Di usia 8 tahun, Sang Utusan Allah telah menggembala kambing. Kemudian di usia 12 tahun, beliau pun telah turut serta dalam kafilah dagang pamannya, Abu Thalib. Tentu pengalaman Rasulullah ini menjadi teladan yang utama, bukan?

Lalu, bagaimana cara mengajarkan anak perihal bisnis? Dikutip dari majalah Inc versi online, seorang motivator yang juga CEO Extreme Youth Sports (EYS), Duane Spires, menyebutkan sedikitnya ada sepuluh langkah mengajarkan anak berbisnis dan mengarahkannya agar berjiwa wirausaha.

1. Membuat Goal

Pertama, minta anak menulis daftar goal impian mereka. “Goal” di sini merupakan tujuan utama yang kemudian akan menjadi fokus perhatian anak untuk diraih. Arahkan anak untuk membuat goal yang bisa dicapai oleh mereka, misal anak ingin mempunyai tas ransel baru sedangkan harganya sekian sehingga ia harus mengumpulkan uang sekian. Dalam pelaksanaannya, orang tua akan memberikan semangat dan memberi daftar langkah-langkah untuk meraih goal tersebut. Tidak lupa orang tua mengajak anak untuk menelaah perlu atau tidaknya goal yang dibuatnya tersebut.

2. Memuji

Kedua, ajarkan anak menemukan peluang. Caranya yakni dengan memuji anak acap kali ia menemui masalah meski itu kecil, kemudian membimbing mereka. Puji mereka meski buah hati tak mampu menyelesaikan masalah itu dengan benar, misal ia tak mampu meraih benda tinggi, katakan kepadanya, “Wah, anak Ummi hebat sekali mau mengambil barang sendiri. Tapi enggak sampai ya? Kalau belum sampai, coba ambil bangku dan kamu naik ke bangku itu. Nanti kamu akan bisa mengambil barangnya.” Kebiasaan tersebut menurut Spires merupakan brainstrom solutions yang akan mengajarkan anak fokus pada solusi daripada masalah itu sendiri. Sehingga ketika kelak ia menjadi seorang wirausaha maka ia akan mencari solusi terhadap masalah yang ia hadapi.

3. Ajarkan Perihal Uang

Kemudian langkah berikutnya yakni ajarkan anak agar mereka melek finansial. Orang tua dapat mengajarkan anak bagaimana harus menyisihkan sebagian uangnya. Hasil dari penjualanya, Sahabat Abi Ummi bisa membuatkan mereka rekening tabungan sendiri.

4. Biarkan Anak Berkreasi

Langkah selanjutnya, biarkan anak berkreasi kemudian kaitkan dengan ide pemasaran. Ajak anak mengamati poster, spanduk, iklan, dan sebagainya. Lalu biarkan mereka berkreasi dengan membuat ajakan pemasaran serupa, baik dengan menggambar, ataupun meniru kalimat-kalimat iklan televisi. Kreativitas sangat dibutuhkan untuk anak kelak ketika ia akan membangun usahanya. Sebagai sorang wirausaha ia harus mampu berpikir kreatif dan inovatif dalam membuat produk-produk dagangannya agar mempunyai keunikan dengan kompetitor lainnya.

5. Jangan Menghukum

Kelima, jangan menghukum anak jika mereka mendapat nilai jelek di sekolah. Jika terjadi demikian, jangan memarahi anak akan tetapi berbincanglah dengan mereka perihal penyebab kegagalan itu. Biasakan untuk mengevaluasi kesalahannya dan buat langkah ke depan hal yang harus dilakukannya dan yang tidak boleh dilakukannya. Ajak anak untuk tidak melakukan kesalahannya lagi.

6. Ajarkan Sopan Santun

Poin berikutnya yakni ajarkan anak berkomunikasi dengan baik serta bersikap sopan santun. Sebab, komunikasi sangat penting dalam proses transaksi jual beli. Biasakan orang tua dan anak mempunyai waktu berdiskusi. Ajak anak untuk mengemukakan pendapat dan keinginannya. Dengan demikian, kemampuan komunikasi anak akan berkembang.

7. Beri Kebebasan

Kemudian, beri kebebasan pada anak. Tahukan Sahabat Abi Ummi bahwa dengan mendengarkan keinginan mereka, orang tua menanamkan sikap percaya diri pada anak. Anak akan merasa bahwa keinginan mereka didukung oleh orang tuanya sehingga ia pun merasa percaya diri. Mereka yakin karena ada yang mendukungnya.

8. Ajak Berjualan

Langkah selanjutnya, ajarkan anak cara berjualan. Hal ini dapat dilakukan dengan mengajak anak menjual mainan lama mereka. Kalau Sahabat Abi Ummi ada yang sudah memiliki usaha sendiri, bisa juga mengajak anak untuk ikut berdagang. Dengan demikian, anak akan secara langsung terlibat dalam perniagaan sehingga akan melatihnya menjadi pebisnis kelak.

9. Ajarkan Leadership

Poin selanjutnya, bangun karakter kepemimpinan pada anak. Seorang wirausaha tentu harus mempunyai jiwa kepemimpinan yang baik. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mengajak anak bermain peran, misal anak sebagai pemimpin permainan yang harus menjaga anggotanya dalam permainan tersebut. Bisa juga melatih jiwa kepemimpinannya dengan memberikannya tanggung jawab, misalkan setelah bangun tidur dia harus merapikan tempat tidurnya.

10. Teori Giving Back

Kemudian yang terakhir, terapkan sifat rendah hati dan menanamkan ide bahwa “giving back” memberikan kebahagiaan hidup. Ajak anak membagi keuntungan atau pun uang mereka kepada yang membutuhkan. Dengan saling berbagi, beri tahu bahwa harta yang ia miliki tidak sepenuhnya miliknya.
Sumber : abiummi.com
Share on Google Plus

About Global Web

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar