Mengenal Anak Autis

Harapan Bunda Semarang :
Tanya: Beberapa teman saya memiliki anak penyandang autisme. Sebenarnya, apa itu autisme? - Tasya, Bogor

Jawab: Autisme adalah gangguan perkembangan yang bisa diamati pada batita. Biasanya, anak mengalami gangguan dalam interaksinya dengan orang lain, yakni kesulitan dalam berkomunikasi, pola bermain, dan pola emosi yang berbeda pula. Autisme termasuk gangguan PDD (Pervasive Developmental Disorder). Hingga kini, autisme belum bisa ‘disembuhkan’. Anak akan tumbuh dewasa dengan beberapa ciri autisme yang terus dialaminya. Dengan bantuan terapi, ia lebih bisa beradaptasi dengan lingkungannya.

Untuk mengenali apakah anak penyandang autisme atau tidak, ada ciri-cirinya. Misalnya, bayi usia 6 - 12 bulan perlu dicermati bagaimana cara dia berinteraksi. Jika ada ciri berikut ini, berkonsultasilah pada ahlinya, yakni tidak merespons senyuman mama, tidak bereaksi saat namanya dipanggil, sangat sulit dialihkan jika sudah mengagumi benda tertentu, ekspresi muka kurang hidup, serta mudah marah.

Pada anak lebih besar, berkonsultasi pada ahli jika ada banyak tanda ini: Gerakan tubuh sama dan berulang-ulang seperti tak ada bosannya, ada keterlambatan bicara (misalnya, di usia 18 bulan belum mengucapkan 1 kata pun), mengatakan hal yang sama berulang-ulang, sangat sensitif, mudah terganggu oleh bunyi-bunyian tertentu atau sentuhan, atau justru sangat tidak sensitif, maunya main dengan benda itu-itu saja, minimnya kontak mata, serta tidak tertarik dengan orang lain. Autisme terjadi akibat masalah genetis atau teratogen (hal-hal yang menyebabkan kecacatan janin, seperti rokok, alkohol, atau obat-obatan yang dikonsumsi ibu hamil), atau stres kehamilan yang berat. Penyebab ini masih terus diteliti kebenarannya, ya.

Sebaiknya, selalu cermati perkembangan anak. Bila ada perbedaan dengan anak lain, cek dulu tahap perkembangannya. Jika sangat berbeda, segera konsultasikan pada ahlinya. Kalau didiagnosis mengalami autisme, orang tua harus berbagi tugas sehingga tak terlalu lelah menangani anak. Bila mungkin, cari bantuan lain. Misalnya, asisten rumah tangga atau keluarga.

Perlukah dibawa ke psikolog? Pemeriksaan pertama bisa dilakukan di Klinik Tumbuh Kembang. Di sini, anak akan diperiksa oleh beberapa ahli untuk mendiagnosis gangguan yang dialaminya. Setelahnya, akan diberikan saran untuk pengembangan anak. Biasanya, penyandang autisme membutuhkan banyak ahli untuk membantunya berkembang lebih adaptif.

Narasumber: Anna Suti Ariani,
Psikolog di Klinik Terpadu Universitas Indonesia
Sumber : parenting.co.id
Share on Google Plus

About Global Web

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar