Bantu Anak Miliki Tidur Berkualitas


Harapan Bunda Semarang - Mungkin banyak dari Anda yang mengira bahwa masalah waktu tidur pada anak sudah berakhir saat anak meninggalkan usia bayinya. Padahal, anak yang sudah lebih tua, khususnya yang sudah memasuki usia sekolah, justru memiliki kesulitan untuk memiliki waktu tidur yang cukup.

Adapun kesulitan-kesulitan tersebut datang dari beberapa masalah tidur yang sering terjadi pada anak, di antaranya adalah Apnea, tidur berjalan, terbangun tengah malam, rasa cemas, dan kurang olahraga serta terlalu banyak bermain komputer atau games. Oleh sebab itu, sebagai orang tua, Anda perlu membantu anak untuk menghindari beberapa masalah tidur tadi agar anak memiliki waktu tidur yang berkualitas. Di bawah ini ada beberapa cara untuk membantu anak mendapatkan waktu tidur idealnya:

1.    Tidak mengonsumsi kafein.
Anak-anak tidak minum kopi, tapi kafein juga banyak terkandung dalam minuman-minuman bersoda dan permen cokelat. Oleh sebab itu, hentikan konsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein setelah makan siang.

2.    Disiplin pada waktu tidur dan waktu bangun.
Pada umumnya, anak masih bisa beradaptasi dengan waktu tidur dan waktu bangunnya jika hanya sekali saja Ia tidak tepat waktu melakukan kedua hal tersebut. Namun, jika sudah sering tidak disiplin, anak akan sulit untuk kembali lagi ke waktu tidur dan bangun idealnya.

3.    Batasi penggunaan gadget dan komputer.
Penelitian dari Wayne State University menemukan bahwa orang yang terkena gelombang frekuensi radio (sama seperti yang dipancarkan oleh ponsel) selama tiga jam sebelum tidur akan kekurangan deep-sleep-nya,  yaitu tahap dimana saat manusia sedang tidur dan tubuh sedang memperbarui sel-selnya. Selain itu, komputer juga dapat menjadi penghambat anak untuk tidur. Oleh sebab itu, pastikan dan peringatkan anak Anda agar berhenti ber-sms, chatting, ataupun bermain games di komputer paling tidak 3 jam sebelum Ia harus pergi tidur.

4.    Tidak menonton film yang menakutkan; horror atau thriller.
Menonton film horror atau thriller, yang banyak menampilkan adegan-adegan pembunuhan atau hal-hal menakutkan lainnya dapat membuat anak mendapatkan mimpi buruk saat tidurnya. Mimpi yang menakutkan dapat menjadi salah satu ketakutan terbesar anak, oleh sebab itu ajaklah anak berbicara mengenai apa yang mengganggunya. Ada baiknya mengajak Ia berbicara pada saat hari masih terang.
Sumber : www.parenting.co.id
Share on Google Plus

About Global Web

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar