Anak Fasih Bahasa Indonesia

Harapan Bunda Semarang - Sudah jamak, ya, saat jalan-jalan di mal kita mendengar anak-anak kecil casciscus berbicara dalam Bahasa Inggris dengan orang tua atau saudara mereka. Bahkan, tak jarang para pengasuh atau babysitter berkomunikasi dengan mereka dalam Bahasa Inggris, kendati sepotong-sepotong. “No, Kakak! Come. Sit,” kata seorang ‘mbak’, saat anak asuhannya berlari ke sana ke mari di suatu restoran cepat saji yang ramai. Banyak orang tua bangga anak-anaknya bisa berbicara dalam bahasa asing (Inggris), dan merasa tidak apa-apa mereka tidak fasih berbahasa Indonesia. Seorang teman malah seperti ‘bangga’ karena ketiga anaknya lebih fasih berbahasa Inggris dan Arab seperti yang diajarkan di sekolah, dan terbata-bata dalam bahasa Indonesia.

Padahal, dia dan suaminya asli Indonesia, tidak pernah tinggal di luar negeri, dan sehari-hari pun mereka berbahasa Indonesia. Benar, Ma, tidak ada salahnya anak bisa berbahasa asing. Tetapi, ternyata, ada banyak keuntungan jika anak mampu berbahasa Indonesia dengan baik, lebih dari sekadar untuk melanggengkan rasa bangga terhadap tanah airnya. Apa saja?

Terbawa Tren
Sebagian orang tua beranggapan bahwa anak-anak perlu menguasai bahasa Inggris sebagai salah satu modal untuk kelak bersaing di dunia internasional. Dunia yang kini seolah tak bersekat membuat para orang tua khawatir anak akan jauh tertinggal jika tak bisa berkomunikasi dalam bahasa internasional. Tak sedikit yang merasa anak lebih baik bisa berkomunikasi dalam bahasa Inggris dan mengesampingkan kemampuan bahasa Indonesia. Tapi, kalau mau jujur, kemampuan anak berbahasa Inggris tak semata demi anak itu sendiri, tetapi karena dianggap bisa mendongkrak rasa bangga orang tua, menunjukkan bahwa anak pintar. Sehingga, orang tua jadi terlalu asyik menerapkan bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-hari, si kecil pun lupa dengan bahasa ibunya, bahasa yang paling dikuasai orang tuanya. “Ini tentang tren,” ucap Alzena Masykouri M.Psi, seorang psikolog anak, dalam suatu pertemuan dengan Parenting Indonesia.

Selain karena bahasa Inggris dianggap memiliki urgensi dan gengsi lebih tinggi, tentu ada anggapan bahwa bahasa Indonesia akan lebih mudah untuk dipelajari, sehingga anak tidak didorong untuk berkomunikasi menggunakan bahasa ibunya itu. Anggapan sebagian orang tua, bahasa Indonesia lebih mudah dan bisa dipelajari dengan sendirinya. Benarkah demikian? Menurut Alzena, bahasa Indonesia sesungguhnya memiliki struktur yang rumit juga. Sehingga, untuk belajar menggunakan bahasa Indonesia setelah terbiasa menggunakan bahasa Inggris akan lebih sulit bagi anak dibandingkan sebaliknya. Jadi, si kecil tidak akan lancar berbahasa Indonesia bila Anda tidak secara aktif menggunakannya sehari-hari.

Padahal, kemampuan berbahasa Indonesia tetap dibutuhkan untuk masa depannya. Meski nantinya si kecil akan bersekolah atau bahkan tinggal di negeri orang, tidak bisa dipungkiri bahwa dirinya tetaplah keturunan orang Indonesia. Saat besar nanti dan berbaur dengan teman-teman internasionalnya, satu hal yang biasa ditanyakan pastilah “Dari mana Anda berasal?” Harusnya di saat itulah anak Anda dapat dengan bangga menjawab bahwa ia berasal dari Indonesia. Nah, akan lebih sah sebagai orang Indonesia bila ia dapat menunjukkan kemampuannya berbahasa Indonesia dan mengenalkan kebudayaan Indonesia, bukan?

Keterikatan dengan Budaya Lewat Bahasa
Dengan memiliki kemampuan berbahasa Indonesia, si kecil juga dapat berkomunikasi dengan baik di lingkungan sekitarnya, terutama dengan sanak, saudara, dan kerabat. Alzena juga berpendapat bahwa bahasa adalah media yang dapat mengantar anak untuk lebih mengenal akar budayanya. Berkomunikasi dengan keluarga besar, membuat si kecil mengenal tradisi dan budaya nenek moyangnya, memahaminya, kemudian mengapresiasinya. Hal yang paling dikhawatirkan bila seorang anak Indonesia tidak bisa berbahasa Indonesia adalah komunikasi dengan keluarga
besarnya.

Mengapa hal ini penting? “Masyarakat kita memiliki budaya Timur yang menganggap keterikatan dengan keluarga dan budaya adalah hal yang penting. Sejauh apa pun perginya, mereka akan tetap kembali ke keluarganya masing-masing,” ucap Alzena.

Bahasa Ibu Kuat, Bahasa Asing Kuat
Bahasa apa yang diajarkan orang tua Anda dan paling Anda kuasai, Ma? Apakah bahasa Indonesia adalah bahasa ibu Anda? Jika, ya, tentu kefasihan Anda tidak dapat diragukan lagi. Anda sangat menguasainya, dan merasa paling nyaman mengungkapkan apa pun yang ada dalam pikiran Anda lewat bahasa Indonesia. Nah, karena ini adalah bahasa yang paling Anda kuasai, tentu ini membuat Anda bisa leluasa menyampaikan apa pun kepada anak, tanpa perlu berpikir panjang apa terjemahannya atau istilah-istilah yang lebih tepat. Pembicaraan dari hati ke hati menjadi lebih lancar dan kena sasaran, karena kosakata Anda lebih kaya dan pas dengan konteks yang ada. Percakapan pun akan lebih mudah berkembang dan mendalam, dibandingkan jika Anda menggunakan bahasa Inggris yang bukan bahasa ibu Anda.Itulah mengapa para peneliti dari Harvard Graduate School of Education menganjurkan orang tua membesarkan anak dalam bahasa ibu guna memberikan pengertian yang mendalam akan sesuatu. Penguasaan bahasa ibu untuk pondasi yang kuat untuk menguasai bahasa asing. Dengan pondasi yang kurang kokoh, maka penguasaan bahasa asing si kecil pun tidak cukup kuat.

Hal senada diungkap oleh Alzena, yang sangat menganjurkan penggunaan bahasa ibu oleh orang tua sebagai bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi dengan anak. Menurut mama dari dua anak ini, pemahaman orang tua terhadap bahasa asing yang terbatas atau tidak sedalam kemampuan bahasa ibunya, akan memengaruhi kemampuan si kecil dalam memahami bahasa itu sendiri.

“Menguasai satu bahasa bukanlah sekadar berbicara, membaca, dan menulis saja. Tapi juga mengungkapkan pikiran dan perasaan kita secara lisan maupun tulisan hingga dapat dipahami secara utuh oleh orang yang kita ajak berkomunikasi.” Tidak ada yang keliru untuk mengajarkan anak bahasa asing (Inggris), Ma. Tetapi, jangan lupa, yang terpenting dan lebih dulu diajarkan sebaiknya adalah bahasa Indonesia, bahasa ibunya. Tak perlu merasa kalah gengsi, nggak keren, atau anak akan terlihat tertinggal jika lebih fasih berbahasa Indonesia.

Sebaliknya, fasih mengungkapkan apa pun dengan mendalam lewat bahasa Indonesia akan membuatnya lebih percaya diri. Sehingga, saat belajar bahasa kedua, dia tidak ada keraguan karena kekayaan pikiran dan percaya dirinya.
Sumber : parenting.co.id
Share on Google Plus

About Global Web

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar