7 Makanan untuk Kecerdasan Otak Anak

Semua Mama berusaha agar anaknya tumbuh sehat dan cerdas. Apa pun akan Mama lakukan, mulai dari memberi stimulasi yang tepat hingga makanan terbaik yang bergizi optimal. Semua itu diberikan pada anak bahkan sejak ia masih di dalam kandungan. Kenapa? Karena pertumbuhan otak tercepat terjadi saat anak masih dalam kandungan, yaitu pada trimester ketiga hingga 5-6 bulan pertama setelah lahir. Pada masa itu, pembelahan sel-sel otak terjadi dengan pesat. Kemudian seiring dengan bertambahnya usia, pembelahan sel akan melambat, dan seterusnya hanya akan terjadi pembesaran sel-sel otak saja.

Pada saat lahir, berat otak bayi mencapai ¼ berat otak dewasa, namun jumlah selnya sudah mencapai 2/3 jumlah sel otak orang dewasa. Itu sebabnya, makanan untuk otaknya sudah mulai diperlukan jauh sebelum anak hadir di dunia ini. Nah, salah satu di antara banyak nutrisi yang berguna untuk otak, lemak merupakan komponen utama yang membentuk sel-sel di dalam otak. Tapi, bukan berarti anak hanya membutuhkan lemak saja. Asupan zat gizi mikro lainnya juga dibutuhkan untuk membuatnya tumbuh cerdas, misalnya vitamin dan mineral, karena keduanya membantu meningkatkan konsentrasi dan daya ingat anak. Yuk, kenali aneka zat gizi yang istimewa untuk otak anak:
 
DHA (Docosahexaenoic Acid)

DHA merupakan salah satu bentuk turunan dari asam lemak omega 3 dan merupakan komponen utama dalam pembentukan otak. DHA dapat diproduksi sendiri oleh tubuh berkat asupan makanan sumber asam lemak omega 3. Namun demikian, produksi DHA yang dihasilkan sendiri oleh tubuh tidak begitu efisien, sehingga perlu ditambah dari makanan sumber DHA. DHA punya peranan penting dalam perkembangan otak, antara lain membantu pembentukan jaringan saraf, perkembangan sensori, kognitif dan sistem saraf motorik selama masa pertumbuhan otak.

Temukan di…
Beberapa jenis ikan yang mengandung lemak, seperti ikan salmon, sarden dan ikan kembung. Selain itu, DHA juga dapat ditemukan pada bayam dan susu. Kebutuhan DHA untuk anak adalah 20 mg/kg berat badan. Jika berat badan anak 10 kg, misalnya, maka ia membutuhkan sekitar 20 gram DHA per hari. Untuk memenuhi kebutuhannya tersebut, pastikan anak mengonsumsi makanan sumber DHA di atas.
 
LA (Linoleic Acid) dan ALA (Alpha Linolenic Acid)

LA, atau yang lebih sering dikenal sebagai asam lemak omega-6, merupakan asam lemak tak jenuh yang dapat membantu tubuh membentuk asam amino, pengantar saraf di dalam otak. Sedangkan ALA, atau asam lemak omega-3, dapat membantu mencegah rusaknya membrane sel di dalam otak.

Temukan di…
Sumber LA terbanyak ada pada minyak nabati. Sedangkan ALA bisa ditemukan di daun-daunan, minyak biji-bijian, dan minyak ikan (terutama ikan yang hidup di perairan dalam dan dingin).
 
Kolin

Pada umumnya, kolin disebut juga dengan lesitin. Kolin merupakan zat gizi penting untuk meningkatkan fungsi memori otak dan berperan dalam pembentukan membran sel untuk penyampaian sinyal di dalam sistem saraf. Kolin dapat meningkatkan ukuran dan jumlah neuron (sel otak) yang membuat anak-anak lebih mudah belajar dan membantunya mempertahankan apa yang ia pelajari. Kebutuhan kolin sangat tinggi pada masa pertumbuhan, dan mungkin melebihi jumlah yang diproduksi sendiri oleh tubuh. Oleh sebab itu, sangat penting untuk memenuhi kebutuhan kolin dari sumber makanan.

Temukan di…
Susu, telur, hati, kacang kedelai, havermout, kembang kol, kol dan kacang tanah. Kebutuhan anak-anak akan kolin 200-375 mg per hari. Kandungan kolin dalam 1 butir telur berukuran besar adalah 126 mg, atau bisa memenuhi separuh kebutuhan kolin anak.
 
Zat besi

Zat besi dapat membantu anak untuk terus berenergi dan berkonsentrasi saat belajar atau bermain. Kadar zat besi dalam darah akan meningkat selama pertumbuhan hingga dewasa. Kekurangan zat besi pada otak di masa pertumbuhan tidak dapat tergantikan setelah dewasa. Kekurangan zat besi ini bisa berdampak negatif terhadap otak, terutama terhadap fungsi sistem neutransmiter atau pengantar saraf. Akibatnya, daya konsentrasi, daya ingat dan kemampuan belajar bisa terganggu. Dengan zat besi, daya konsentrasi anak bisa meningkat. Sehingga anak perlu memenuhi kebutuhan zat besi melalui asupan makan.

Temukan di…
Daging sapi, ayam, ikan, telur, kacangkacangan, sayuran hijau dan serealia. Pada anak usia 1-9 tahun, dibutuhkan 8-10 mg zat besi per harinya. Kandungan zat besi dalam 2 porsi daging atau 100 gram daging sapi adalah 4,05 mg, sehingga bisa memenuhi separuh kebutuhan zat besi anak.
 
Seng

Konsentrasi seng dalam otak terbanyak ditemukan pada neuron yang dapat mengontrol fungsi belajar dan daya ingat. Sehingga seng sangat baik dalam membantu memelihara daya ingat anak ketika belajar dan bermain.

Temukan di…
Daging, hati, kerang, telur, serealia dan kacang-kacangan.
 
 Yodium

Yodium ada di dalam tubuh dalam jumlah yang sangat sedikit, kurang lebih 0,00004% dari berat badan anak. Sedangkan kebutuhan hariannya sekitar 90-120 mcg. Sebagian besar yodium ada di dalam kelenjar tiroid, yang digunakan untuk membentuk hormon tiroksin. Hormon ini dibutuhkan dalam proses pertumbuhan anak, perkembangan fi sik, mengatur suhu tubuh, pembentukan sel darah merah, fungsi otot dan saraf. Kekurangan yodium bisa menyebabkan menurunnya kemampuan belajar anak.

Temukan di…
Beberapa jenis ikan, udang dan kerang.
 
 Vitamin B6 dan B12

Vitamin B6 dapat membantu meningkatkan memori dan kemampuan otak dalam memproses informasi pada tingkat yang lebih cepat. Sedangkan vitamin B12 terbukti dapat memperbaiki serat saraf otak dan menjaga kadar homocysteine dalam darah pada tingkat yang sehat.

Temukan di…
Makanan sumber vitamin B6 bisa Anda temui pada ikan tuna dan telur, sedangkan makanan sumber vitamin B12 bisa ditemukan pada daging sapi, hati, ikan dan kerang.
Sumber : www.parenting.co.id
Share on Google Plus

About Global Web

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar