Jelaskan 4 Hal Ini Jika Anak Suka Traktir Teman

Anda mungkin sedikit terganggu dengan pemborosan uang jajan anak. Padahal Anda tahu ia tak terlalu suka membeli jajanan maupun mainan di luar. Usut punya usut, ternyata uang jajannya lebih banyak dihabiskan untuk menraktir teman. Saat Anda berusaha menjelaskan bahwa pemborosan itu tak baik, anak balik marah dan mengeluh, “Nanti mereka nggak mau berteman denganku lagi”. Kalau sudah begini, sulit juga menghindari permintaannya, ya. Anda tentu tak ingin anak dikucilkan teman sebayanya dan menjadi pemurung, bukan? Jalan tengahnya, anak perlu belajar disiplin keuangan agar bertanggung jawab dengan pengeluarannya dan tak sembarang menraktir teman.

1. BERHENTI MEMBERINYA UANG TAMBAHAN
Katakan, mulai saat ini Mama tidak akan memberi uang saku tambahan. Anak hanya akan mendapatkan uang tambahan jika ia melakukan pekerjaan membantu Mama atau Papa. Lalu sarankan juga agar anak berhenti memboroskan uang menraktir teman, dan sebaiknya ia mengganti kebiasaan menraktir dengan saling bertukar bekal makan siang.

2. TEGASKAN KEMBALI ATURAN MEMBELANJAKAN UANG SAKU
Ingatkan kembali bahwa uang saku sebaiknya digunakan untuk membeli kebutuhan anak, bukan sekadar digunakan untuk memenuhi keinginannya. Ajak anak membuat daftar keinginan dan kebutuhan untuk membedakannya, lalu tanyakan, “Apakah menraktir teman termasuk kebutuhan atau keinginan?”. Jika termasuk keinginan, sebaiknya anak tak terlalu sering melakukannya karena masih banyak kebutuhan yang harus dipenuhi dengan uang sakunya. Seperti, membeli alat tulis atau membeli makanan dan minuman untuknya sendiri saat di sekolah.

3. MEMBERI BUKAN HANYA MENRAKTIR
Kebaikan memang kunci untuk bisa mendapatkan teman, tapi melakukan kebaikan bukan harus dengan menraktir.  Anda bisa mengajak anak untuk memberi dengan kemampuan yang ada. Misalnya, ajari anak membuat kerajinan tangan lalu memberikan pada teman yang disukainya. Bila perlu, ajari anak untuk sedikit berwirausaha, “Nanti kalau teman kamu menyukainya, katakan kalau kamu bersedia membuat karya itu lagi untuk dijual pada lain waktu”.

4. BERI PENGERTIAN TENTANG PRINSIP BERTEMAN YANG BAIK
Anak mungkin belum mengerti apa yang ada dalam pikiran orang lain saat ia menraktirnya. Ada baiknya orang tua memberitahukan bahwa menraktir tidak membuat orang lain ingin berteman dengannya. Justru orang tersebut menjadi kurang rasa hormat dan menjalin pertemanan semu.
Sumber : www.parenting.co.id
Share on Google Plus

About Global Web

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar