Tip Bebas dari Ompol di Malam Hari

Ada beberapa langkah praktis yang bisa Anda lakukan untuk membantu anak mengatasi masalah mengompolnya:

Pastikan bukan masalah medis. Walau sangat langka, ada kemungkinan anak memiliki kondisi medis tertentu yang menyebabkan ia mengompol. Hal yang sama juga harus dilakukan kepada anak yang biasanya tidak mengompol, namun tiba-tiba mulai mengompol lagi; ada kemungkinan ia menderita infeksi kandung kemih.

Awasi kegiatan buang air anak di siang hari. Beberapa anak harus buang air kecil pada malam hari karena ia menderita konstipasi sepanjang hari; rektum yang penuh bisa memengaruhi fungsi kandung kemih. Bila menghadapi masalah ini, berikan anak lebih banyak cairan dan makanan berserat tinggi, lalu diskusikan dengan dokter Anda mengenai penggunaan laksatif yang dijual bebas. Juga dorong anak agar pergi ke toilet setiap dua atau tiga jam sekali (walau ia tak ingin buang air kecil). Kandung kemih yang tak dikuras secara tuntas, atau tidak dikosongkan dalam waktu lama di siang hari akan membuat anak mengosongkannya di malam hari, kata Ginger Thomas, R.N., dari Seattle Children’s Hospital, Amerika Serikat.

Batasi asupan cairan anak Anda beberapa jam sebelum tidur, dan hilangkan kafein dari menu makan dan minumnya. Bila ada saudara yang menggodanya perihal mengompol, sebaiknya Anda mencegah dan membuat mereka memberikan dukungan kepada anak Anda yang sedang berada dalam fase ini.

Anda juga bisa menggunakan alarm khusus, yang akan menyala saat anak pipis, karena memiliki sensor kelembapan atau sensor basah. Bentuk alarm beraneka macam dan dapat disesuaikan dengan kesukaan anak Anda, serta memiliki nada suara dan sensor getar. Sensor yang sangat sensitif terhadap kelembapan itu bisa ditempelkan langsung di baju tidur atau celana dalam anak, dan akan langsung menyala begitu anak mengompol.

Jangan berlebihan menggunakan obat. Pada kasus ekstrem, dokter akan memberi resep anti-diuretik (obat pencegah penambahan pembentukan urine), namun itu hanya digunakan untuk pengobatan yang singkat. Obat-obatan ini akan menghentikan fungsi tubuh dalam menciptakan urine, jadi memang bisa mencegah anak mengompol saat sedang berkemah atau menginap di rumah teman. Namun, saat tidak mengonsumsi obat ini, anak akan kembali mengompol.

Beri ia motivasi. Misalnya, dengan membuat tabel penghargaan yang dapat memompa motivasinya. Anda bisa menyediakan stiker dengan wajah ceria dan cemberut untuk ia tempel di tabel yang telah dibuat. Berikan tanda wajah ceria saat ia bisa tidur tanpa mengompol, dan stiker berwajah cemberut jika ia masih mengompol. Begitu anak mampu mengumpulkan 10 stiker berwajah ceria, misalnya, jangan lupa memberinya penghargaan, bisa berupa hadiah.

Pastikan anak siap.  Kuncinya bukan rasa frustrasi Anda. Anak Anda harus termotivasi untuk berhenti mengompol. Bila tidak mengganggu, ia bisa terusmengenakan popok yang menyerap ompol setiap malam untuk jangka waktu yang lebih lama. Ia akan memberi tahu Anda, bila ia sudah siap untuk tidak mengenakannya lagi.
Sumber : parenting.co.id
Share on Google Plus

About Global Web

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar