Ajarkan Anak Anti Nepotisme

Pernahkah Anda melihat seseorang mengaku keluarga orang berpengaruh demi mendapatkan ‘hak istimewa’? Lantas, bagaimana jika perilaku tersebut ditiru anak-anak? Nah, agar bibit-bibit nepotisme tak tumbuh subur, Putu Pradnya Dewi Andani, M.Psi., psikolog dari Rumah Tiga Generasi, Jakarta, menyarankan begini:

1. Tunjukkan kepada anak bahwa semua hal memiliki prosedur. Misal, ketika ke dokter yang masih bersaudara sekalipun, kita tetap harus mengikuti antrean. Bila perlu, tolak secara halus tawaran mendapatkan ‘jalan pintas’ dari petugas yang mengenal Mama atau Papa.

2. Pada anak-anak yang lebih besar, diskusikan lebih mendalam mengenai contoh kejadian ‘nepotisme’ yang terjadi di masyarakat. Misal, pada anak kelas 4 sekolah dasar, jelaskan dengan contoh konkret, jika masuk ke sekolah favorit, tetap harus melalui ujian masuk sekolah, kendati memiliki hubungan keluarga dengan kepala sekolahnya.

3. Jelaskan dampak negatif nepotisme. Misal, kalau anak tidak ikut ujian masuk sekolah, maka kemampuannya tidak terukur dengan baik, sehingga nanti akan sulit mengikuti pelajaran, karena sekolah meminta kemampuan yang belum tentu ia miliki.

4. Ajak anak bangga dengan diri sendiri, tanpa harus menyertakan nama orang tua atau keluarga yang berpengaruh.
Sumber : parenting.co.id
Share on Google Plus

About Global Web

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar