Pengaruh Teman Bagi Anak

Menurut Meri Wallace, direktur Heights Center for Adult and Child Development, Brooklyn, New York, “Keterampilan sosial itu dipelajari. Saya sering mendengar orang dewasa mengatakan, ‘Biarkan anak mengatasi masalahnya sendiri.’ Namun, sering kali mereka tidak tahu bagaimana caranya.”

Hingga TK, kebanyakan anak merupakan makhluk sosial, dengan sejumlah teman yang mereka sayangi dan yang menyayangi mereka. “Meski sudah bisa memilih temannya sendiri, mereka masih harus belajar untuk mengatakan sesuatu dan memilih teman, yakni memperlakukan mereka dengan baik dan juga membuatnya merasa senang,” kata Mindy Bostick, yang memiliki pusat pendidikan di Morgan Hill, California.

Bisa jadi, anak selalu bermain dengan anak yang tidak pernah membuatnya bisa memimpin, misalnya. “Ini adalah usia di mana Anda sudah bisa mulai berbicara dengan anak tentang apa yang dirasakan dan jenis pertemanan yang diinginkannya,” kata Wallace.

Ajari anak kalimat-kalimat yang bisa membantunya mendapatkan apa yang diinginkan, seperti “Sekarang, giliran aku yang jadi pemimpin” atau “Hari ini, aku mau jadi yang pertama, ya.” Atau, katakan padanya bahwa ia bisa mencoba bermain dengan anak lain yang lebih pintar mengatur giliran bermain.
Jika Anda agak khawatir dengan bagaimana si prasekolah Anda bergaul, ikut saja field trip atau kegiatan di sekolahnya. Jadi, Anda bias melihat sendiri apa yang dilakukannya. Yang pasti, anak tertarik pada orang-orang yang asyik dan memerhatikannya.

sumber : parenting.co.id
Share on Google Plus

About Global Web

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar