Mendidik Anak dengan Keteladanan

MENDIDIK anak dalam rumah tangga harus diiringi dengan kekuatan akhlak yang baik dari orang tua. Sebab jika tidak, maka akan memperlemah atau menimbulkan kekecewaan dan konflik batin dalam diri anak. Misalnya, ketika seorang ibu cenderung lembut, maka bapak jangan kalah lembutnya, tetapi harus tegas. Suami juga jangan sampai memanggil istri dengan semabarang panggilan.

Bagaimana pun juga, anak akan melihat sikap dan perilaku kedua orangtuanya. Maka dari itu, mulailah berlomba-lomba untuk memberi contoh bagaimana memuliakan suami atau istri, sehingga hari demi hari di dalam jiwa anak akan semakin tumbuh kebanggaan akan orangtuanya. Kegigihan orangtua dengan serius akan memberi suri tauladan bagi anak-anaknya, dan ini merupakan pendidikan yang tidak ternilai.

Singkatnya, apa yang diinginkan dari seorang anak, mulailah pada diri sendiri. Ingin anak rajin, jadilah orang tua yang rajin. Ingin anak disiplin, jadilah orangtua disiplin. Ingin anak ramah dan lembut, mulailah dulu dari orangtua.

Setelah berkomitmen untuk menjadi suri tauladan, orangtua juga harus serius dalam mengevaluasi perilaku anak-anaknya. Jika ada anak yang nakal atau bandel, janganlah saling menyalahkan, tetapi cobalah untuk mencari akar permasalahannya bersama-sama. Apabila memiliki waktu luang, seorang ayah dapat berusaha secara sistematis untuk terus menambah ilmu di sela-sela waktu kerjanya. Sedangkan jika istri lebih banyak memiliki waktu luang, maka berusahalah untuk mencari ilmu sebanyak-banyaknya guna menyuplai pengetahuan suami yang waktunya terbatas.

Sekali lagi, orang tua adalah orang pertama yang dijadikan contoh hidup bagi anak-anaknya. Mengapa terkadang nasihat-nasihat orang tua terhadap anak-anaknya tidak pernah dituruti? Bukan berarti nasihat itu buruk, tetapi ada hal lain yang patut dievaluasi. Tidak ada kesesuaian antara apa yang diucapkan dengan apa yang dilakukan. kita harus tahu bahwa basis akhlak itu adalah kejujuran. Jika seseorang yang telah melakukan kesalahan tidak bersikap jujur, pengaruhnya akan sangat fatal bagi kondisi sebuah keluarga. Orangtua harus menghargai kejujuran anak-anaknya walaupun ia telah melakukan kesalahan. Kejujuran kita hargai, dan kesalahan kita perbaiki. 

Sumber: Keluarga Kaya Hati Kiat Membentuk Keluarga Sakinah/Karya: Abdullah Gymnastiar | www.islampos.com
Share on Google Plus

About Global Web

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar