Tips Mendidik dan Mengasuh yang Baik Agar Anak Tumbuh Cemerlang

Orangtua mana yang tidak menginginkan jika buah hati yang dimilikinya tumbuh menjadi seorang yang pintar dan cemerlang serta berani tampil dengan prestasi yang gemilang.

Sudah pasti ini menjadi anugerah terbesar yang membuat bangga setiap orangtua. Hanya saja, memiliki anak yang cerdas dan tumbuh menjadi seseorang yang cemerlang tidak didapat dengan mudah seperti menjentikan ibu jari dan jari tengah, semuanya perlu pengorbanan dan perjalanan panjang. Melalui didikan dan pola asuh orangtualah seorang anak yang hebat dengan kecerdasan yang cemerlang bisa lahir. Untuk itu, peran kedua orangtua terutama pola asuh anda adalah hal yang akan menentukan mau dibawa kemana masa depan anak anda dan karakter seperti apa yang ingin anda tumbuhkan pada diri anak-anak.

Ada banyak faktor yang akan berpengaruh pada tumbuh kembang anak, baik tumbuh kembang secara mental ataupun etika dan moralnya dimasyarakat yang tentunya kesemua hal tersebut ditunjang dengan cara mendidik dan pola asuh anda sebagai orangtua. Walaupun nantinya kecerdasan dan perkembangan akademik seorang anak akan diasah disekolah, namun pendidikan dirumah sebelum anak-anak masuk sekolah akan menjadi hal yang sangat penting. Kemampuan ibu dan ayah dalam menumbuhkan ketertarikan anak dan interaksinya dilingkungan anak akan menentukan kemampuan sosialisasinya dimasyarakat.

Semua orangtua tentunya menginginkan jika anak yang dimilikinya adalah anak yang cerdas, cemerlang dan mampu bergaul dimasyarakat sehingga ia bisa diterima dilingkungannya dengan baik. Nah, untuk itu mendidik anak dengan beberapa hal berikut ini akan mampu menumbuhkan kecerdasan dan menjadikan anak tumbuh menjadi cemerlang.

Beberapa hal ini tentunya perlu diterapkan saat anak-anak masih bayi terutama di tahun kedua periode anak atau yang sering disebut dengan periode emas anak dimana periode inilah yang akan menentukan pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan anak secara optimak demi masa depan anak yang cemerlang. Dimasa ini, nutrisi yang lengkap akan dapat menunjang pertumbukan otak anak sebagai modal masa depannya. Namun, kendati demikian, stimulus juga tidak kalah mengambil peranan yang sangat penting untuk menunjang kecerdasannya.

1.  Jalin Ikatan Emosional yang Erat Sejak Anak Masih Bayi

Menjalin ikatan emosional dengan anak akan dapat memberikan naluri rasa yang aman dengan begini mereka akan merasa terlindungi tanpa merasakan ancaman bahaya yang mengancam diri mereka. Untuk itu, upayakan untuk menjalin ikatan emosional yang erat bersama dengan si anak sewaktu mereka masih bayi. Hal ini tentu saja bukan hanya berlaku bagi ibu, peranan ayah juga tak kalah pentingnya untuk memberikan sentuhan skin to skin contact kepada bayi. Berikan mereka belaian yang lembut dengan penuh kasih.

Selain sentuhan anda juga bisa mengaplikasikan kontak ini dengan cara memberikan pijatan yang lembut pada tubuh bayi, memakaikan pakaian bayi sendiri pada tubuhnya serta mengajak bayi berbicara sejak awal. Hal ini difungsikan ujntuk memicu rasa aman untuk naluri bayi. Dan satu hal yang penting adalah hindarkan pertengakaran dan segala bentuk perselisihan dihadapan bayi. Meskipun anda berpikiran tubuh bayi yang mungil dan jiwa mereka yang masih kecil tidak akan mengerti semua hal yang terjadi dihadapannya, namun kegaduhan dan ketegangan yang anda nampakan dihadapan mereka akan memberikan tekanan yang hebat sehingga membuat bayi anda shock dan naluri rasa aman tidak lagi mereka dapatkan dari anda.

2. Optimalkan Ekspresi Wajah Sewaktu Berkomunikasi dengan Anak Saat Masih Bayi

Meskipun mereka belum mengerti semua perkataan dan ucapan yang kita sampaikan pada bayi, namun bayi akan dapat menangkap ekspresi wajah yang ada disekitar mereka. Hal ini terjadi sewaktu bayi sudah menginjak usia 3 hingga 4 bulan dimana kemampuan membaca ekspresi wajah inilah yang disebut dengan dasar komunikasi non verbal pada anak. Dengan demikian ketika anda memunculkan ekspresi senang atau lucu pada bayi mereka akan cenderung terlihat gembira karena membaca ekspresi wajah anda meskipun mereka belum mengerti apa yang anda ucapkan. Untuk itulah, optimalkan memberikan ekspresi wajah pada bayi sewaktu anda berkomunikasi dengan mereka.

3. Seringlah Mengajak Anak Berbicara Bahkan Sewaktu Mereka Masih Bayi

Sewaktu anak masih bayi tidak ada salahnya jika ibu mulai 'cerewet'. Cerewet disini maksudnya bukanlah berarti negative, melainkan cerewet dengan sering mengajak ngobrol bayi anda. Meskipun mereka belum memahami semua ucapan dan perkataan yang anda sampaikan padanya, namun dengan semakin banyak kosa kata yang mereka dengan sejak awal, maka akan semakin dini untuk anak dalam mengembangkan kemampuan bicaranya. Selain itu, mereka juga akan dengan lebih cepat belajar segala hal yang baru termasuk ucapan dan ekspresi wajah ibu dan lingkungannya. Hal ini tetu saja akan membuat anak banyak belajar yang membuatnya tumbuh lebih cemerlang.

4. Hindari Terlalu Sering Menggunakan Stroller dan Car Seat

Kebanyakan ibu modern saat ini lebih memilih memberikan fasilitas stroller dan car seat sewaktu membawa serta buah hati mereka yang masih bayi untuk berpegian. Namun alangkah lebih baik jika ibu menggendong mereka dibandingkan dengan menggunakan peralatan ini. Menggunakan stroller dan car seat saat membawa buah hati berpergian memang terkesan lebih praktis dan lebih simple, namun dampak yang lebih baik akan lebih dirasakan bayi sewaktu ibu menggendong mereka. Dengan menggendong si bayi saat berpergian, mereka akan mampu berotasi sesuka hati mereka dan bergerak lebih leluasa serta dapat melihat ke banyak sisi seperti yang mereka inginkan dimana hal inilah yang tentunya akan membuat si bayi belajar banyak dari lingkungan sekitarnya dan membuatnya semakin cerdas dan cemerlang.

5. Membacakan Cerita Pada Anak

Umumnya anak-anak akan memiliki ketertarikan tertentu saat mereka sudah mulai mengerti dengan lingkungannya, hal ini biasanya berlangsung sejak anak berusia 3 atau empat tahun hingga sebelum remaja. Anak-anak diusia ini cenderung sudah mulai memiliki ketertarikan dan imajinasinya sendiri. Nah, dengan memberikan mereka cerita atau dongeng bukan hanya membantu mereka mengenal ketertarikan saja, namun juga ikut megembangkan imajinasi anak-anak dan memperkaya perbendaharaan katanya serta melatih keterampilan berbahasanya. Dengan demikian, tidak ada salahnya jika ibu atau ayah membacakan cerita pada buah hatinya terutama saat mereka hendak tidur dimalam hari.

Nah, demikianlah beberapa kiat dan tips penting dalam mendidik anak agar tumbuh menjadi pribadi yang baik dengan kecerdasan yang cemerlang. Anak yang baik, penurut dan tumbuh menjadi seseorang yang berprestasi tentunya menjadi dambaan untuk orangtua. Untuk itulah, memberikan pendidikan yang baik adalah kewajiban yang harus senantiasa diberikan orangtua kepada buah hati tercintanya. Semoga kiat dan tips diatas bermanfaat untuk semua orangtua dan bunda dirumah.

Sumber : Bidanku.com
Share on Google Plus

About Global Web

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar