Harapan Bunda Mengajarkan Mandiri Sejak Dini

Usia emas anak 0-6 tahun, anak sering dimanjakan oleh orangtuanya. Dianggap masih kecil jadi belum diajarkan kemandirian. Padahal mengajarkan kemandirian sesuai umur memiliki dampak yang baik.

Secara umum kemandirian bisa dilihat dari tingkah laku, bentuk emosional dan sosial. Anak mampu berpisah dalam waktu singkat dengan orangtuanya, misalnya saat mulai bersekolah. 

Sedangkan menurut Puntrich (1999) anak mandiri itu adalah anak yang mampu menggabungkan motivasi dan kognitifnya sekaligus, sehinggga dapat dikatakan bahwa menjadi anak yang mandiri tergantung pada kepercayaan terhadap diri sendiri dan motivasinya. Pada aspek motivasi, anak yang mandiri, biasanya ditandai dengan kemauannya yang keras, tidak cepat putus asa, bahkan tidak cepat bosan sebelum ia mampu mengetahui dan mencapai sesuatu yang dicarinya. Sementara pada aspek kognitif, anak telah memiliki banyak pengetahuan dan perbendaharaan kata atau kalimat yang diutarakannya. Dengan segenap pengetahuan dan perbendaharaan kata tersebut, maka akan memuculkan sikap mandiri dan keberanian yang tinggi, baik dalam sikap dan perbuatannya, maupun dalam menetapkan keputusan yang diambilnya.

Harapan Bunda menyadari pentingnya pembelajaran anak agar mandiri. Mengajarkan tanggung jawab kepada anak. Contohnya bertanggung jawab kebersihan kelas. Sehingga anak akan membuang samaph pada tempatnya. Belajar menyapu kelas.

Kita tidak bisa memaksa anak tetapi memaksimalkan kemampuan anak.



Share on Google Plus

About Global Web

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar